logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Krisis Air Berulang, 142 KK di Bintoro Jember Kembali Dapat 5.000 Liter

  • 13 September 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
krisis-air-berulang-142-kk-di-bintoro-jember-kembali-dapat-5000-liter-20260913

Krisis Air Berulang, 142 KK di Bintoro Jember Kembali Dapat 5.000 Liter

JEMBER, 12 SEPTEMBER 2026 – Krisis air bersih masih dirasakan warga Lingkungan Plalangan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember. Sebanyak 142 kepala keluarga (KK) di RT 01/RW 11 dan RT 03/RW 10 kembali membutuhkan pasokan air bersih akibat dampak kekeringan.

Kondisi tersebut mendorong BPBD Kabupaten Jember kembali melakukan distribusi bantuan air bersih pada Sabtu (12/9/2026). Tim BPBD bergerak menuju lokasi sekitar pukul 16.40 WIB dan tiba 20 menit kemudian untuk berkoordinasi dengan perangkat RT/RW sekaligus menyalurkan air kepada warga terdampak.

Distribusi kali ini dilakukan berdasarkan surat permohonan dari Kelurahan Bintoro Nomor 800/545/02.2005/2026 tentang permohonan bantuan air bersih bagi warga terdampak bencana kekeringan. Bantuan tersebut juga merupakan tindak lanjut rekomendasi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan pada 31 Agustus 2026.

Dari hasil pendataan, dampak kekeringan di Lingkungan Plalangan mencakup 110 KK di RT 01/RW 11 dan 32 KK di RT 03/RW 10. Dengan demikian, total terdapat 142 KK yang membutuhkan bantuan air bersih.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Bantuan disalurkan melalui tandon yang telah tersedia di lokasi, termasuk tiga tandon milik BPBD yang masing-masing memiliki kapasitas 1.200 liter.

Dengan distribusi pada 12 September 2026 tersebut, total bantuan air bersih yang telah disalurkan ke kawasan terdampak tercatat mencapai 15.000 liter.

TRC BPBD Jember Firman Arifianto mengatakan, distribusi air dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan air bersih masih memerlukan penanganan secara berkala.

“Bantuan air bersih perlu dilakukan secara berkelanjutan karena warga yang terdampak masih membutuhkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Firman.

Ia menjelaskan, selain distribusi air, keberadaan tandon menjadi bagian penting dalam penanganan kekeringan. Tandon tersebut berfungsi sebagai tempat penampungan sehingga air yang didistribusikan dapat dimanfaatkan warga secara lebih teratur.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih ke wilayah tersebut dilakukan setiap dua hari sekali. Pola tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan warga terdampak.

Selain itu, BPBD juga merekomendasikan penambahan satu unit tandon untuk wilayah RW 10 Kelurahan Bintoro. Penambahan fasilitas penampungan tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses warga terhadap air bantuan, khususnya di kawasan yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Namun, penanganan di wilayah RW 10 masih menghadapi kendala. Di lokasi tersebut masih terdapat program pemavingan yang perlu diperhatikan dalam penempatan maupun distribusi fasilitas pendukung air bersih.

Koordinasi antara BPBD, RT/RW dan warga terus dilakukan agar distribusi dapat berjalan lancar. Warga juga diarahkan untuk memanfaatkan air bantuan secara efektif sesuai kebutuhan rumah tangga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Kegiatan distribusi selesai sekitar pukul 19.00 WIB. BPBD Jember memastikan penanganan akan terus dipantau, terutama untuk melihat perkembangan kebutuhan air warga serta efektivitas tandon yang telah tersedia.

Dengan jumlah 142 KK yang terdampak, kebutuhan air bersih di Lingkungan Plalangan menjadi perhatian karena bantuan tidak hanya dibutuhkan dalam satu kali distribusi. Pemenuhan kebutuhan secara berkala dan dukungan fasilitas penampungan menjadi bagian penting agar warga tetap memiliki akses air bersih selama dampak kekeringan belum berakhir. (bob)

Galeri Foto