logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Koordinasi SKPG 2026 di Jember: Perkuat Ketahanan Pangan, Ketersediaan Dipastikan Aman

  • 17 April 2026
  • Dibaca 146 Kali
Bagikan Via:
koordinasi-skpg-2026-di-jember-perkuat-ketahanan-pangan-ketersediaan-dipastikan-aman-20260417

Koordinasi SKPG 2026 di Jember: Perkuat Ketahanan Pangan, Ketersediaan Dipastikan Aman

JEMBER, 17 APRIL 2026 – Upaya memperkuat sistem kewaspadaan pangan dan gizi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember melalui Rapat Koordinasi Penyusunan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) Tahun 2026 yang digelar pada Kamis, 16 April 2026, di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP).

Rapat yang berlangsung pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini melibatkan berbagai pihak lintas sektor, di antaranya Dinas Kesehatan PPKB, BPBD, DTPHP, POPT, KWT Kahuripan, Bank Sampah Larahan Makmur, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kalangan akademisi dari Unej dan Polije.

Dalam forum tersebut, disepakati bahwa penyusunan SKPG memerlukan dukungan data yang terintegrasi dari sejumlah instansi. Data yang dibutuhkan meliputi luas tanam dan luas puso dari DTPHP, status gizi balita dari Dinas Kesehatan, serta data kebencanaan dari BPBD. Hal ini menjadi dasar penting dalam memetakan kondisi ketahanan pangan dan gizi secara komprehensif di Kabupaten Jember.

Selain itu, hasil rapat menunjukkan bahwa ketersediaan pangan di Kabupaten Jember dalam kondisi aman. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan luas tanam dan produksi pertanian yang signifikan. Peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan program pemerintah, seperti pompanisasi dan bantuan benih kepada petani.

Mewakili bidang ketahanan pangan, Herdyk Eryantristyan menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas pangan daerah. “Ketersediaan pangan di Jember saat ini relatif aman, namun keberlanjutan sistem ini sangat bergantung pada kolaborasi data dan respons cepat antarinstansi. SKPG menjadi instrumen penting untuk mendeteksi dini potensi kerawanan pangan dan gizi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar penyusunan SKPG dapat berjalan optimal dan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan ketahanan pangan tetap terjaga serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat di Kabupaten Jember secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang solid, sistem kewaspadaan pangan dan gizi diharapkan mampu berjalan lebih efektif dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. (div)

Galeri Foto