logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

KUALITAS SEMEN BAIK, POPULASI TERNAK MENINGKAT.

  • 20 Februari 2026
  • Dibaca 327 Kali
Bagikan Via:
kualitas-semen-baik-populasi-ternak-meningkat-20260220

KUALITAS SEMEN BAIK, POPULASI TERNAK MENINGKAT.

Jember - Upaya peningkatan produktivitas dan kualitas genetik ternak terus dilakukan melalui berbagai program reproduksi, salah satunya inseminasi buatan (IB). Dalam rangka memastikan keberhasilan program tersebut, pemeriksaan kualitas semen beku pasca thawing menjadi tahapan penting yang tidak dapat diabaikan. Kegiatan ini dilaksanakan Selasa, 3 Februari 2025, oleh Tim UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Klinik Hewan bersama dengan Tim Wasbitnak Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan melakukan pemeriksaan terhadap stok semen beku yang ada di Kabupaten Jember.

Pemeriksaan semen beku pasca thawing bertujuan untuk menilai kelayakan spermatozoa setelah melalui proses pencairan dari kondisi beku ke suhu yang sesuai untuk penggunaan. Proses thawing merupakan tahap krusial, karena perubahan suhu yang tidak tepat dapat memengaruhi integritas sel sperma. Oleh karena itu, seluruh tahapan dilakukan secara teliti dan mengikuti standar operasional prosedur yang berlaku.
Kegiatan pemeriksaan diawali dengan persiapan sarana dan prasarana laboratorium, termasuk alat thawing, mikroskop, objek glass, cover glass, serta media penunjang lainnya. Petugas memastikan seluruh peralatan dalam kondisi bersih, steril, dan siap digunakan. Selain itu, suhu ruangan dan suhu alat juga dikondisikan sesuai standar agar tidak terjadi fluktuasi yang dapat memengaruhi kualitas sampel.
Sampel semen beku yang akan diperiksa terlebih dahulu diidentifikasi berdasarkan label, nomor batch, jenis pejantan, serta tanggal produksi. Proses identifikasi ini penting untuk memastikan ketertelusuran sampel, sekaligus memudahkan pencatatan hasil pemeriksaan. Setelah itu, straw semen beku diambil dari kontainer nitrogen cair menggunakan pinset khusus dengan memperhatikan keamanan kerja dan keselamatan petugas.
Tahapan thawing dilakukan dengan merendam straw semen beku ke dalam air bersuhu tertentu sesuai standar, umumnya sekitar 370Celsius selama beberapa detik. Waktu dan suhu thawing dikontrol secara ketat menggunakan timer dan termometer untuk mencegah kerusakan sel sperma akibat perubahan suhu yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Setelah proses thawing selesai, straw segera dikeringkan dan dipotong untuk diambil sampelnya.
Sampel semen kemudian diteteskan pada objek glass dan ditutup menggunakan cover glass sebelum dilakukan pengamatan di bawah mikroskop. Pemeriksaan dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan beberapa parameter utama, antara lain motilitas spermatozoa, konsentrasi, serta morfologi sel sperma. Petugas laboratorium melakukan pengamatan pada beberapa lapang pandang untuk memperoleh hasil yang representatif.
Motilitas spermatozoa menjadi indikator utama dalam menilai kualitas semen pasca thawing. Spermatozoa yang bergerak aktif dan progresif menunjukkan tingkat viabilitas yang baik dan peluang keberhasilan pembuahan yang lebih tinggi. Parameter morfologi juga menjadi bagian penting dalam pemeriksaan. Bentuk kepala, leher, dan ekor spermatozoa diamati untuk mendeteksi adanya kelainan struktural. Kelainan morfologi dapat memengaruhi kemampuan sperma dalam mencapai dan membuahi sel telur.
Selama proses pemeriksaan, petugas juga melakukan pencatatan data secara lengkap pada formulir atau sistem pencatatan laboratorium. Data yang dicatat meliputi identitas sampel, waktu thawing, hasil pengamatan setiap parameter, serta catatan tambahan apabila ditemukan temuan khusus. Pencatatan yang baik menjadi bagian dari sistem manajemen mutu dan penting untuk keperluan evaluasi di masa mendatang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, sebagian besar sampel semen beku menunjukkan kualitas yang masih baik setelah proses thawing. Motilitas spermatozoa berada pada kisaran yang memenuhi standar kelayakan, sementara morfologi normal masih mendominasi. Hasil ini menunjukkan bahwa proses produksi, penyimpanan, dan distribusi semen beku telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kegiatan pemeriksaan semen beku pasca thawing juga menjadi bagian dari upaya pengendalian mutu secara berkala. Dengan adanya pemeriksaan rutin, petugas dapat mendeteksi secara dini apabila terjadi penurunan kualitas semen beku sebelum digunakan di lapangan. Hal ini penting untuk menghindari kegagalan inseminasi buatan yang dapat merugikan peternak dan menghambat program peningkatan populasi ternak.
Selain sebagai langkah pengawasan mutu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana peningkatan kompetensi petugas teknis. Melalui praktik langsung di laboratorium, petugas dapat memperdalam keterampilan dalam melakukan pengamatan mikroskopis, memahami interpretasi hasil pemeriksaan, serta meningkatkan ketelitian dalam bekerja. Kompetensi sumber daya manusia yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan reproduksi ternak.
Kegiatan pemeriksaan semen beku pasca thawing diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi program inseminasi buatan di Kabupaten Jember. Dengan memastikan kualitas semen yang digunakan tetap optimal, tingkat keberhasilan kebuntingan ternak dapat ditingkatkan. Pada akhirnya, peningkatan produktivitas ternak akan berdampak positif terhadap kesejahteraan peternak dan ketahanan pangan nasional. Kegiatan pemeriksaan semen beku pasca thawing ini diharapkan dapat terus dilakukan secara konsisten dan terstandar. Penguatan sarana laboratorium, peningkatan kapasitas petugas, serta penerapan sistem manajemen mutu yang baik akan semakin mendukung kualitas layanan reproduksi ternak. Selain itu, dokumentasi hasil pemeriksaan secara digital juga diharapkan dapat mempermudah analisis data secara berkelanjutan.