Kunjungi Rumah-Rumah, TP PKK Tanggul Berhasil Bujuk Balita 20 Bulan yang Belum Pernah Imunisasi
- 14 April 2026
- Dibaca 352 Kali
Bagikan Via:
Kunjungi Rumah-Rumah, TP PKK Tanggul Berhasil Bujuk Balita 20 Bulan yang Belum Pernah Imunisasi
JEMBER, 14 APRIL 2026 - Tak ingin ada bayi dan balita yang terlewatkan dari pelayanan Posyandu atau imunisasi di wilayahnya, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Tanggul, rutin melaksanakan pelayanan langsung ke rumah warga yang memiliki balita di seluruh desa yang ada di Kecamatan Tanggul, salah satunya Desa Klatakan Pos Melati 75 pada Senin, 13 April 2025.
Bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Klatakan dan Puskesmas Tanggul serta Ketua Tim Penggerak PKK Desa Klatakan dan kader Posyandu. Mereka mengunjungi rumah-rumah bayi atau balita yang enggan pergi ke Posyandu.
Ketua TP PKK Kecamatan Tanggul, Siti Choiriyah Mashudi menyampaikan, pelayanan langsung ke rumah bayi/balita di Desa Klatakan tersebut dengan harapan agar balita bisa mendapatkan pelayanan imunisasi secara optimal.
“Pemerintah sudah memberikan sarana pemeriksaan gratis. Jangan sampai ada balita yang enggan pergi ke Posyandu. Posyandu juga ada yang untuk remaja hingga lansia. Dengan adanya kegiatan kunjungan ini diharapkan ibu bayi/balita umur 0–59 bulan tetap membawa anaknya ke Posyandu rutin setiap bulan,” tuturnya, Senin (13/04).
Pentingnya Posyandu tersebut, kata dia, untuk mengetahui berat badan bayi, tinggi badan, panjang badan, lingkar lengan, dan lingkar kepala bayi atau balita. Serta, pergi ke Posyandu akan mendapatkan edukasi kesehatan dan makanan bergizi secara gratis.
“Kita terus mengajak agar para bayi atau balita setelah kami kunjungi datang rutin setiap bulan pada saat pelaksanaan Posyandu di desa masing-masing,” harapnya.
Dalam kunjungan itu juga, TP PKK memastikan agar program strategis bupati dalam mengatasi stunting berjalan maksimal. Pihaknya menginventarisasi balita yang stunting ataupun penyakit lainnya. Jika ditemukan balita yang terjangkit penyakit ataupun stunting nantinya, akan dilaporkan kepada Kepala Puskesmas dan TP PKK Kabupaten.
“Sasaran yang sudah didatangi dilakukan pengukuran BB, tinggi badan, panjang badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala. Dengan pelayanan ini kita bisa mengetahui langsung tumbuh kembang anak. Jika masih ada balita yang enggan untuk pergi ke Posyandu, kami akan terus berupaya mengajak agar balita tersebut mendapatkan pelayanan Posyandu,” pungkasnya.
Sementara itu, Bidan Desa Lutfiatul mengatakan ada satu balita di wilayah Pos Melati 7 yang hingga umur 20 bulan tidak pernah ke Posyandu. Dirinya bersama kader sudah berupaya agar ibu dan balita tersebut untuk datang ke Posyandu, namun usaha tersebut gagal.
“Kami telah mendata semua balita di Posyandu Melati 7, termasuk ada orang tua balita yang enggan membawa anaknya ke Posyandu. Alhamdulillah, setelah Bu Camat dan Bu Kades datang, akhirnya mau untuk pergi ke Posyandu. Langkah awal telah kami berikan, semoga bulan depan rutin ke Posyandu,” pungkasnya. (psn)