Kursi Roda Rusak, Bakesbangpol Jember Pantau Kondisi M. Riski Lewat Home Care
- 09 Oktober 2026
- Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
Kursi Roda Rusak, Bakesbangpol Jember Pantau Kondisi M. Riski Lewat Home Care
JEMBER , 9 Oktober 2026 – Program Home Care Pemerintah Kabupaten Jember kembali menyasar warga yang membutuhkan perhatian khusus. Dalam monitoring di Kecamatan Sumberjambe, Jumat (9/10/2026), tim mengunjungi M. Riski, anak penyandang disabilitas yang membutuhkan kursi roda baru setelah alat bantu yang selama ini digunakan mengalami kerusakan.
Kunjungan tersebut dipimpin Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember, Siswanto, S.Si.T., M.T., bersama Teguh Kurniawan, S.Sos., Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa, serta staf Bakesbangpol. Turut hadir Camat Sumberjambe Umar Faruq, S.P., dokter Puskesmas Sumberjambe dr. Hendar Ardiansyah, dan tim kesehatan Home Care Kecamatan Sumberjambe.
Dalam pertemuan dengan keluarga, diketahui kursi roda milik Riski, kelahiran Jember 29 Oktober 2012, mengalami kerusakan. Padahal, alat bantu tersebut berperan penting dalam menunjang mobilitas dan aktivitasnya sehari-hari.
Keluarga Riski berharap pemerintah dapat membantu menyediakan kursi roda baru agar aktivitas anak mereka tidak semakin terkendala.
Menanggapi aspirasi tersebut, Camat Sumberjambe Umar Faruq menyatakan akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan kursi roda bagi Riski. Harapan keluarga ini menjadi perhatian dalam monitoring, dengan tindak lanjut yang akan disesuaikan dengan mekanisme dan kemampuan yang tersedia.
Sekretaris Bakesbangpol Jember, Siswanto, menegaskan bahwa Home Care merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama warga yang memiliki keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan.
“Program ini mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan mendatangi langsung rumah warga. Termasuk M. Riski, kami ingin melihat kondisi secara langsung, mendengarkan kebutuhan keluarganya, dan mendorong agar kebutuhan tersebut mendapat tindak lanjut,” ujarnya.
Menurut Siswanto, kunjungan langsung ke rumah warga memungkinkan pemerintah mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat secara lebih nyata. Dengan begitu, kebutuhan warga tidak hanya teridentifikasi, tetapi juga dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk mencari solusi.
Home Care, Layanan Menjemput Warga
Program Home Care merupakan salah satu program yang digagas Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga kurang mampu dan kelompok rentan.
Melalui program ini, tenaga kesehatan mendatangi langsung warga yang membutuhkan pelayanan, termasuk lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang mengalami kesulitan untuk datang ke fasilitas kesehatan.
Pelayanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui kebutuhan lanjutan yang memerlukan koordinasi lintas sektor.
Kasus M. Riski menunjukkan bahwa kebutuhan warga terkadang tidak berhenti pada pelayanan medis. Ketersediaan alat bantu seperti kursi roda juga menjadi faktor penting untuk menunjang mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup penyandang disabilitas.
Karena itu, sinergi antara Bakesbangpol, pemerintah kecamatan, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat memperkuat respons terhadap persoalan yang ditemukan di lapangan.
Melalui monitoring berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Jember berupaya memastikan pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat. Prinsipnya, ketika warga menghadapi keterbatasan untuk mengakses layanan, pemerintah hadir untuk mendengar, mengidentifikasi kebutuhan, dan mengupayakan solusi sesuai kewenangannya.(but)