logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Lazismu Jember Salurkan Ayam Petelur melalui Program CINTA SI-PEKA, Dorong Ketahanan Pangan dan Kepedulian terhadap Balita Stunting di Kaliwates

  • 11 Agustus 2026
  • Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
lazismu-jember-salurkan-ayam-petelur-melalui-program-cinta-si-peka-dorong-ketahanan-pangan-dan-kepedulian-terhadap-balita-stunting-di-kaliwates-20260811

Lazismu Jember Salurkan Ayam Petelur melalui Program CINTA SI-PEKA, Dorong Ketahanan Pangan dan Kepedulian terhadap Balita Stunting di Kaliwates

Kaliwates – Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap persoalan stunting terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak di Kelurahan Kaliwates. Salah satunya melalui Program CINTA SI-PEKA (Sistem Pemberdayaan Ekonomi & Ketahanan Pangan Keluarga) yang digagas Kelurahan Kaliwates dan didukung penuh Lazismu Jember dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan ayam petelur., pada hari Selasa (11 Agustus 2026).

Program tersebut diawali dengan survei lokasi oleh tim Lazismu Jember untuk memastikan kesiapan calon penerima, mulai dari ketersediaan dan kelayakan kandang, kondisi lingkungan, kemampuan pemeliharaan, hingga komitmen penerima untuk merawat ayam secara berkelanjutan. Survei tersebut sekaligus memastikan bahwa program tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi benar-benar dapat menghasilkan manfaat jangka panjang, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan protein bagi balita yang mengalami atau berisiko stunting di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut hadir Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, S.Si, S.Sos, MM, H. Indra Gunawan selaku Ketua DESTANA Kelurahan Kaliwates, serta tim Lazismu Jember yang diwakili Arif Hartanto, S.S. Kehadiran unsur pemerintah kelurahan, penggerak masyarakat, dan lembaga filantropi tersebut menjadi bentuk sinergi dalam memastikan program pemberdayaan dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dua penerima manfaat di wilayah Kelurahan Kaliwates mendapatkan bantuan ayam petelur untuk program di Hari Kemerdekaan RI ke-81 ini akan dikembangkan dan dipelihara secara produktif. Penerima pertama adalah Saeri, Ketua RT 02 RW 05 Kelurahan Kaliwates, yang memperoleh 5 ekor ayam petelur. Bantuan tersebut diharapkan dapat dikembangkan sebagai sumber produksi telur yang nantinya tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga penerima, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat di sekitarnya.

Penerima kedua adalah Gus Ipul atau KH. Syaiful Rizal, M.Pd.I., pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, yang beralamat di Jalan Imam Bonjol No. 48 RW 04 Kelurahan Kaliwates. Dalam program tersebut, Gus Ipul menerima 6 ekor ayam petelur jenis Kuntara beserta 1 sak pakan sebagai modal awal pengembangan peternakan ayam petelur.

Bantuan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar pemberian hewan ternak. Ayam yang dipelihara diharapkan mampu menghasilkan telur secara rutin sehingga dapat menjadi sumber protein hewani bagi balita di sekitar lokasi penerima, terutama anak-anak yang membutuhkan tambahan asupan gizi dalam rangka mendukung pencegahan dan penanganan stunting.

Konsep inilah yang menjadi salah satu keunggulan CINTA SI-PEKA. Program dirancang dengan pendekatan pemberdayaan, bukan semata-mata bantuan konsumtif. Penerima diberi aset produktif yang harus dipelihara dan dikembangkan, sementara manfaat hasil produksinya diharapkan dapat kembali dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi.

Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, S.Si, S.Sos, MM menyambut positif inisiatif tersebut dan mengapresiasi langkah Lazismu Jember yang menggabungkan aspek pemberdayaan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, dan kepedulian sosial dalam satu program.

"Program seperti ini sangat baik karena bantuan yang diberikan bukan hanya untuk kepentingan penerima, tetapi juga memiliki manfaat sosial bagi lingkungan. Ayam petelur dapat berkembang menjadi sumber pangan bergizi sekaligus aset produktif keluarga. Yang lebih penting, ada komitmen untuk membantu balita di sekitar yang membutuhkan tambahan asupan protein," ujar Abdul Khamil.

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada komitmen penerima dalam menjaga kesehatan ayam, memastikan ketersediaan pakan, menjaga kebersihan kandang, serta mengelola hasil produksi secara bertanggung jawab. Pemerintah kelurahan juga mendorong agar program semacam ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain apabila menunjukkan hasil yang baik.

Sementara itu, H. Indra Gunawan, Ketua DESTANA Kelurahan Kaliwates, menilai program CINTA SI-PEKA memiliki nilai strategis karena menyatukan semangat pemberdayaan masyarakat dengan kepedulian terhadap persoalan kesehatan dan gizi.

"Yang menarik dari program ini adalah adanya hubungan antara ekonomi keluarga dan kepedulian sosial. Penerima mendapatkan ayam untuk dipelihara dan dikembangkan, tetapi hasilnya juga diarahkan untuk membantu anak-anak yang membutuhkan. Jadi ada nilai pemberdayaan sekaligus gotong royong di dalamnya," ungkap H. Indra Gunawan.

Tim Lazismu Jember melalui Arif Hartanto, S.S., menjelaskan bahwa survei awal merupakan bagian penting sebelum bantuan diberikan. Lazismu ingin memastikan calon penerima memiliki kesiapan tempat, kandang yang memadai, serta komitmen untuk memelihara ayam secara serius.

"Kami tidak ingin bantuan berhenti pada saat ayam diserahkan. Yang kami harapkan adalah ayam tersebut berkembang, menghasilkan telur, dan memberikan manfaat berkelanjutan. Karena itu, survei lokasi dan kesiapan pemelihara menjadi bagian penting dari program. Orientasinya adalah pemberdayaan ekonomi sekaligus ketahanan pangan keluarga," jelas Arif Hartanto.

Program ini juga membuka peluang terbentuknya pola pemberdayaan yang lebih luas. Jika ayam berkembang dan produksi telur meningkat, sebagian hasil dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara sebagian lainnya dapat diarahkan untuk membantu balita stunting atau keluarga yang membutuhkan di sekitar lokasi. Dengan demikian, bantuan awal berupa beberapa ekor ayam dapat berkembang menjadi sebuah rantai manfaat sosial yang berkelanjutan.

Bagi penerima seperti Saeri dan Gus Ipul, amanah tersebut bukan sekadar menerima bantuan, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk memastikan hewan ternak terpelihara dengan baik dan mampu menghasilkan manfaat sebagaimana tujuan program.

Kegiatan CINTA SI-PEKA di Kelurahan Kaliwates pada akhirnya memperlihatkan bahwa persoalan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pencegahan stunting dapat didekati secara bersamaan melalui kolaborasi sederhana namun produktif. Pemerintah kelurahan, Lazismu, tokoh masyarakat, dan penerima manfaat memiliki peran masing-masing dalam memastikan program berjalan secara berkelanjutan.

Dari beberapa ekor ayam petelur, diharapkan lahir lebih dari sekadar produksi telur: ada kemandirian ekonomi keluarga, ada sumber pangan bergizi, dan ada kepedulian terhadap tumbuh kembang anak-anak di lingkungan sekitar. Inilah semangat yang hendak dibangun melalui CINTA SI-PEKA—pemberdayaan yang tumbuh dari keluarga, kemudian manfaatnya kembali kepada masyarakat.

Galeri Foto

Penanda tanganan komitmen melaksanakan program Si-PEKA

Penanda tanganan komitmen melaksanakan program Si-PEKA

Survey lokasi kandang di RW05

Survey lokasi kandang di RW05

Komitmen Saeri Ketua RT02 RW05 melaksanakan Program SI-PEKA

Komitmen Saeri Ketua RT02 RW05 melaksanakan Program SI-PEKA

Kondisi lokasi rencana program SI-PEK, Ayam Petelur Kuntara

Kondisi lokasi rencana program SI-PEK, Ayam Petelur Kuntara