Lolos Administrasi Ketat, Desa Suci Jember Optimistis Raih Gelar Desa Berseri Tingkat Provinsi
- 01 Juli 2026
- Dibaca 34 Kali
Bagikan Via:
Lolos Administrasi Ketat, Desa Suci Jember Optimistis Raih Gelar Desa Berseri Tingkat Provinsi
JEMBER, 01 JULI 2026 – Semangat gotong royong dan komitmen menjaga kelestarian lingkungan di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, kini membuahkan hasil manis. Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi yang ketat, desa di kaki pegunungan ini resmi melaju ke tahap verifikasi lapangan dalam ajang bergengsi Lomba Desa Berseri (Bersih, Sehat, Lestari, dan Indah) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sinergi apik antara pemerintah desa dan warga terlihat jelas saat menyambut kedatangan Tim Juri Verifikasi Lapangan pada Rabu, 1 Juli 2026. Sejak pagi, suasana di Balai Desa Suci tampak semarak. Warga yang didominasi oleh kader penggerak lingkungan, ibu-ibu PKK, serta tokoh masyarakat berkumpul mengenakan pakaian khas daerah. Spanduk berisi ucapan selamat datang dan komitmen pelestarian lingkungan pun terbentang di sepanjang jalan utama desa.
Keberhasilan Desa Suci melewati tahapan administrasi bukanlah hal instan. Selama satu tahun terakhir, Pemerintah Desa Suci bersama jajaran RT dan RW gencar menyusun regulasi lokal terkait pengelolaan sampah, pembenahan dokumen, serta digitalisasi data program penghijauan. Akurasi data berbasis digital inilah yang berhasil memikat hati para kurator di tingkat provinsi.
Ketua Tim Juri, Ahmad Zaeni, menyampaikan bahwa verifikasi lapangan merupakan esensi utama dari Lomba Desa Berseri. Proses ini bertujuan untuk mencocokkan dokumen yang dikirimkan dengan realitas objektif di lapangan, serta melihat langsung konsistensi warga dalam mengelola potensi alam secara berkelanjutan.
"Kami tidak hanya mencari desa yang indah saat difoto, tetapi desa yang memiliki sistem pengelolaan lingkungan yang hidup, berkelanjutan, dan didukung penuh oleh partisipasi aktif masyarakatnya. Hari ini, di Desa Suci, kami melihat langsung aura gotong royong itu sangat kuat," ujar Zaeni dalam sambutannya.
Usai prosesi penyambutan, tim juri langsung meninjau sejumlah titik pantau utama. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Bank Sampah Mandiri. Di tempat ini, juri menyaksikan langsung keberhasilan warga memilah sampah domestik sejak dari dapur. Sampah anorganik bernilai ekonomis ditabung di bank sampah, sedangkan sampah organik diolah menjadi pupuk kompos melalui metode komposting komunal.
Perjalanan berlanjut ke Kampung Hijau Organik, sebuah kawasan pemukiman padat yang menyulap pekarangan rumah menjadi lahan produktif. Hampir di setiap teras rumah warga berjejer tanaman hidroponik, sayur-mayur dalam polibag, serta Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Langkah ini dinilai efektif dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan estetika desa yang asri.
Fasilitas umum seperti sekolah dasar, tempat ibadah, dan posyandu juga tidak luput dari penilaian. Tim juri memastikan langsung ketersediaan sanitasi yang layak, sistem drainase yang bebas sumbatan, serta pengelolaan limbah domestik yang ramah lingkungan.
Kepala Desa Suci, Akhmad Suyuthi, M.Pd., mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas pencapaian sejauh ini. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Desa Suci dalam ajang ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan momentum untuk merawat budaya hidup bersih dan sehat yang digerakkan dari bawah (bottom-up). Pemerintah desa bahkan telah berkomitmen mengalokasikan sebagian dana desa untuk penguatan kapasitas kader lingkungan dan infrastruktur hijau.
"Lolos administrasi adalah sebuah kehormatan. Namun, melihat warga kami kompak, anak-anak menanam pohon, dan lingkungan menjadi sehat, itu adalah piala yang sesungguhnya bagi kami. Kami optimis hasil verifikasi lapangan ini akan memberikan nilai terbaik bagi Desa Suci," pungkas Akhmad Suyuthi.
Apresiasi tinggi juga datang dari Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Panti, Akbar Winasis, yang turut mendampingi jalannya verifikasi. Menurutnya, Desa Suci kini telah menjadi role model atau percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Panti dalam hal pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
"Kami berharap capaian positif ini dapat menular ke desa tetangga agar Kecamatan Panti secara keseluruhan dikenal sebagai kawasan hijau yang asri dan lestari," terangnya.
Kegiatan verifikasi lapangan yang berlangsung hingga sore hari tersebut ditutup dengan evaluasi bersama dan penandatanganan berita acara pemeriksaan. Kini, seluruh masyarakat Desa Suci menanti pengumuman resmi dengan penuh optimisme untuk membawa nama Jember ke panggung tertinggi Lomba Desa Berseri tahun ini. (jha)