Lentera Cinta Bekali Keluarga Migran Strategi Pengasuhan Anak
- 07 Juli 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Lentera Cinta Bekali Keluarga Migran Strategi Pengasuhan Anak
JEMBER, 7 JULI 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat ketahanan keluarga pekerja migran melalui program Lentera Cinta yang digelar di Balai Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Senin, 6 Juni 2026. Kegiatan bertema Strategi Pengasuhan dalam Keluarga Migran untuk Mewujudkan Keluarga Kuat dan Anak Hebat itu diikuti sekitar 30 keluarga pekerja migran sebagai upaya meningkatkan kualitas pengasuhan anak di tengah kondisi orang tua yang bekerja di luar daerah maupun luar negeri.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jember yang diketuai Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi mengenai pola pengasuhan yang adaptif agar anak tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan secara optimal meskipun anggota keluarga terpisah oleh jarak.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember Hadi Mulyono, M.Si., Camat Wuluhan Hanifah, S.Pt., M.Si., Kepala Desa Glundengan Upadi, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Jember Widyani Aviani, S.E., jajaran TP PKK Kabupaten Jember, Ketua TP PKK Desa Glundengan beserta pengurus, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember Hadi Mulyono mengatakan penguatan ketahanan keluarga pekerja migran merupakan bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Kabupaten Jember menuju Jember Baru, Jember Maju yang sejahtera. Menurutnya, pemerintah tidak hanya memberikan perhatian kepada keluarga pekerja migran, tetapi juga terus berupaya meningkatkan kualitas calon pekerja migran Indonesia (PMI).
"Bapak dan Ibu hadir di sini sebagai bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan visi dan misi Bupati Jember melalui semangat Cinta menuju Jember Baru, Jember Maju yang semakin sejahtera. Selain memperkuat ketahanan keluarga pekerja migran, kami juga berkomitmen menekan keberangkatan PMI nonprosedural melalui peningkatan kompetensi calon pekerja migran," ujarnya.
Hadi menjelaskan, Disnaker Kabupaten Jember tengah menyiapkan kerja sama dengan sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk memberikan pelatihan bahasa kepada siswa yang berminat bekerja di luar negeri.
"Kami ingin calon pekerja migran memiliki bekal kemampuan bahasa dan pemahaman prosedur penempatan sejak di bangku sekolah. Dengan demikian, mereka dapat bekerja melalui jalur resmi sesuai ketentuan sehingga praktik pemberangkatan PMI nonprosedural dapat terus ditekan," katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Jember Widyani Aviani menjelaskan bahwa Lentera Cinta merupakan layanan edukasi penguatan ketahanan keluarga pekerja migran Indonesia. Menurutnya, keberhasilan bekerja di luar negeri harus diimbangi dengan terjaganya keharmonisan keluarga dan kualitas pengasuhan anak.
"Lentera Cinta hadir untuk menguatkan cinta dan kebersamaan dalam keluarga pekerja migran meskipun dipisahkan oleh jarak. Kami ingin memastikan setiap anak tetap tumbuh dengan kasih sayang, perhatian, dan pola pengasuhan yang baik sehingga perkembangan fisik, mental, dan emosionalnya tetap terjaga," jelasnya.
Pada sesi edukasi, Nuraini Kusuma Ningtyas, S.P., S.I., bersama Sofiah Alifah memaparkan strategi pengasuhan dalam keluarga migran. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak, penguatan peran keluarga yang mendampingi anak, pemenuhan kebutuhan emosional, serta penerapan pola asuh positif untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Camat Wuluhan Hanifah mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga pekerja migran di Kecamatan Wuluhan.
"Keberhasilan pekerja migran tidak hanya diukur dari peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga dari kemampuan menjaga tumbuh kembang anak yang ditinggalkan. Karena itu, program Lentera Cinta sangat penting sebagai bekal bagi keluarga agar tetap mampu menjalankan fungsi pengasuhan secara optimal. Pemerintah Kecamatan Wuluhan siap mendukung setiap program yang memperkuat ketahanan keluarga dan perlindungan anak," tutur Hanifah saat ditemui setelah acara.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti penyampaian materi secara interaktif serta berdiskusi mengenai berbagai tantangan pengasuhan dalam keluarga pekerja migran. Beragam pengalaman dan solusi yang dibagikan narasumber diharapkan dapat menjadi bekal bagi keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat dalam membangun keluarga yang tangguh. (riz)