logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemerintah Kecamatan Panti Gelar MADK Pembentukan Panitia Kirab Budaya

  • 22 Mei 2026
  • Dibaca 77 Kali
Bagikan Via:
lestarikan-kearifan-lokal-pemerintah-kecamatan-panti-gelar-madk-pembentukan-panitia-kirab-budaya-20260524

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemerintah Kecamatan Panti Gelar MADK Pembentukan Panitia Kirab Budaya

JEMBER, 22 MEI 2026 - Dalam rangka melestarikan warisan leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga, Pemerintah Kecamatan Panti menyelenggarakan Musyawarah Antar Desa Khusus (MADK). Agenda utama yang diusung dalam pertemuan luhur ini adalah pembentukan panitia kerja untuk gelaran akbar "Kirab Budaya Kecamatan Panti". Acara yang berlangsung dengan khidmat ini bertempat di Aula Utama Kantor Kecamatan Panti, Jumat 22 Mei 2026, dihadiri oleh berbagai elemen penting masyarakat.

Hadir dalam musyawarah tersebut Camat Panti, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para Kepala Desa dari seluruh wilayah Kecamatan Panti, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, serta organisasi kemasyarakatan setempat. Keterlibatan seluruh elemen ini menegaskan bahwa pembangunan kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor.

Dalam sambutan pembukanya, Camat Panti, Hendra Kusuma S.Sos, M.M, menekankan bahwa Kirab Budaya bukan sekadar agenda seremonial tahunan atau tontonan hiburan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wadah strategis untuk merekatkan persatuan, mengenalkan potensi seni budaya lokal kepada generasi muda, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Kecamatan Panti memiliki kekayaan tradisi yang sangat luar biasa. Melalui Kirab Budaya yang kita rancang bersama ini, kita ingin menunjukkan identitas asli daerah kita yang guyub, rukun, dan kaya akan nilai-nilai luhur. Oleh karena itu, pembentukan panitia yang solid dan transparan melalui musyawarah khusus ini menjadi fondasi utama kesuksesan acara kita nanti," ujarnya di hadapan para peserta musyawarah.

Musyawarah berjalan dengan sangat dinamis namun tetap mengedepankan asas mufakat. Perwakilan dari setiap desa diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi, usulan konsep acara, hingga mengajukan nama-nama yang dinilai berkompeten untuk mengisi struktur kepanitiaan. Proses dialog yang terbuka ini mencerminkan tingginya nilai demokrasi dan gotong royong yang masih melekat kuat di tengah masyarakat Panti.

Setelah melalui proses diskusi dan musyawarah yang cukup panjang, forum akhirnya menyepakati susunan struktur Panitia Inti Kirab Budaya Kecamatan Panti. Struktur ini diisi oleh kombinasi figur berpengalaman dari unsur perangkat kecamatan, kepala desa, serta tokoh pemuda yang dinamis guna memastikan jalannya acara dapat dikelola secara modern tanpa kehilangan esensi tradisionalnya.

Setiap desa di Kecamatan Panti nantinya juga akan membentuk tim kecil (sub-panitia) yang berfungsi sebagai koordinator kontingen masing-masing. Setiap desa diwajibkan menampilkan karakteristik unik, legenda lokal, baju adat, atau hasil bumi unggulan mereka dalam iring-iringan kirab. Hal ini diharapkan dapat memicu kreativitas warga desa dalam mengeksplorasi potensi sejarah dan budaya lokal yang selama ini mungkin belum tergali secara maksimal.

Selain fokus pada pelestarian adat, musyawarah ini juga membahas dampak ekonomi dari pelaksanaan Kirab Budaya. Pihak panitia terpilih langsung merancang zona khusus untuk pasar rakyat dan bazar UMKM di sepanjang titik akhir (finish) rute kirab. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi lonjakan wisatawan domestik yang akan memadati area Kecamatan Panti saat acara berlangsung.

Dengan adanya keterlibatan aktif dari pelaku usaha mikro di tiap desa, Kirab Budaya diproyeksikan mampu menjadi stimulus pemulihan dan peningkatan ekonomi pasca-pandemi serta meningkatkan pendapatan riil masyarakat sekitar.

Musyawarah Antar Desa Khusus ini ditutup dengan penandatanganan berita acara bersama oleh seluruh Kepala Desa dan Camat Panti sebagai bentuk komitmen legal dan moral untuk menyukseskan acara. Kegiatan persiapan fisik, latihan kontingen, dan koordinasi lapangan dijadwalkan akan mulai berjalan intensif pada pekan depan, mengingat waktu pelaksanaan kirab yang semakin dekat. Masyarakat Kecamatan Panti kini bersiap menyambut pesta budaya terbesar di wilayah mereka dengan semangat gotong royong yang membara. (jha)

Galeri Foto