Lestarikan Tradisi Kebudayaan, Kecamatan Ledokombo Semarakkan Peringatan Ancak Agung Jember
- 22 Agustus 2026
- Dibaca 228 Kali
Bagikan Via:
Lestarikan Tradisi Kebudayaan, Kecamatan Ledokombo Semarakkan Peringatan Ancak Agung Jember
JEMBER, 22 AGUSTUS 2026 - Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Jember kembali berlangsung meriah lewat tradisi Ancak Agung yang dipusatkan di Alun-Alun Jember, Sabtu 22 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si., bersama jajaran staf kecamatan dan pemerintah desa (pemdes) se-Kecamatan Ledokombo.
Kehadiran rombongan dari Kecamatan Ledokombo tersebut menjadi bagian dari semangat bersama untuk memeriahkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tradisi lokal yang telah mengakar di tengah masyarakat Jember.
Ancak Agung sendiri merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian memperingati Maulid Nabi di Jember. Tradisi ini tak hanya menampilkan kreativitas warga dalam menghias serta membawa ancak, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat, ulama, dan jajaran pemerintah daerah.
Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi keagamaan dan budaya lokal.
"Ancak Agung bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan rasa syukur. Kami dari Kecamatan Ledokombo bersama staf dan pemdes se-Kecamatan Ledokombo sangat bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini," ujar Nino.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi memiliki makna strategis dalam kehidupan bermasyarakat. Keteladanan Rasulullah SAW, kata dia, perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, gotong royong, dan kepedulian sosial.
"Yang paling penting adalah bagaimana semangat Maulid Nabi ini tidak berhenti pada perayaan hari ini saja. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW harus kita terapkan, baik dalam memberikan pelayanan publik maupun membangun kebersamaan di lingkungan desa dan kecamatan," tambahnya.
Nino juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah desa se-Kecamatan Ledokombo yang hadir bersinergi. Kebersamaan antara jajaran kecamatan dan pemdes dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan komunikasi serta pelayanan masyarakat yang lebih baik.
"Pembangunan itu tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur fisik, tetapi juga tentang membangun karakter, memperkuat persaudaraan, menjaga budaya, dan menciptakan lingkungan masyarakat yang rukun," tegasnya.
Suasana Ancak Agung berlangsung khidmat sekaligus penuh antusiasme. Ribuan warga dari berbagai daerah tampak memadati area alun-alun, memperlihatkan betapa nilai agama dan budaya dapat berjalan beriringan secara harmonis.
Bagi jajaran Kecamatan Ledokombo, perhelatan ini turut menjadi ajang konsolidasi dan mempererat rasa kekeluargaan antarperangkat desa. Sinergi yang terbangun di lapangan diharapkan berlanjut dalam pelaksanaan program-program pembangunan di wilayah Ledokombo ke depan.
Hingga penutupan acara pukul 16.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Keikutsertaan jajaran Kecamatan Ledokombo menjadi cermin komitmen daerah dalam merawat tradisi keagamaan, memperkuat ukhuwah, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (yus)