Lewat Parprop, Forum Anak Jember Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
- 27 April 2026
- Dibaca 166 Kali
Bagikan Via:
Lewat Parprop, Forum Anak Jember Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
JEMBER, 27 APRIL 2026 - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember melalui Bidang Perlindungan Anak menggelar kegiatan evaluasi dan pembinaan program kerja Forum Anak Jember (FAJ), Jumat, 24 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Dira Cafe, Jalan PB Sudirman, Kecamatan Patrang tersebut dihadiri oleh 21 anggota FAJ.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meninjau capaian program kerja sekaligus memperkuat peran anak sebagai agen perubahan. Evaluasi dilakukan secara partisipatif, di mana seluruh anggota FAJ diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, kendala, serta gagasan inovatif untuk program ke depan.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, SE, menyampaikan bahwa evaluasi ini tidak hanya berfokus pada capaian kegiatan, tetapi juga pada penguatan peran FAJ sebagai pelopor dan pelapor (2P) dalam pemenuhan hak anak. Menurutnya, peran tersebut perlu diperluas hingga ke tingkat desa agar dampaknya lebih terasa.
“FAJ kami dorong untuk aktif berkoordinasi dengan Forum Anak Desa (FAD), sehingga peran pelopor dan pelapor bisa berjalan maksimal hingga ke akar rumput,” ujar Sugeng.
Ia menambahkan, sinergi antara FAJ dan FAD menjadi kunci dalam membangun sistem perlindungan anak yang lebih kuat dan merata. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai isu anak di tingkat desa diharapkan dapat teridentifikasi lebih cepat dan ditangani secara tepat.
Selain itu, FAJ juga didorong untuk memperkuat implementasi Partisipasi Anak dalam Program Pembangunan (Parprop). Melalui Parprop, anak-anak tidak hanya dilibatkan dalam kegiatan seremonial, tetapi diberi ruang nyata untuk terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan yang berdampak pada kehidupan mereka. Peran ini penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kepentingan anak.
Dalam kegiatan ini, beberapa program kerja yang telah dilaksanakan turut dievaluasi, di antaranya Petualang Warisan Nusantara (Pewarna) dari Divisi Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini dinilai berhasil meningkatkan pemahaman anak terhadap nilai budaya lokal. Selain itu, program Penuhi Gizi, Edukasi, dan Lindungi Anak Jember (Peduli) dari Divisi Perlindungan Anak juga mendapat perhatian karena fokus pada pemenuhan hak dasar anak.
Tidak hanya evaluasi, forum ini juga membahas rencana program kerja selama satu tahun ke depan yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Sejumlah kegiatan yang akan segera dilaksanakan antara lain sambung rasa sebagai ruang dialog anak dengan pemangku kebijakan, lomba digital untuk mengasah kreativitas, serta peringatan Hari Anak Nasional.
Sugeng juga menambahkan pentingnya penguatan Parprop melalui keterlibatan aktif anak dalam forum perencanaan pembangunan, seperti Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Dalam forum tersebut, anak didorong untuk menyampaikan aspirasi, usulan program, serta isu-isu yang mereka hadapi secara langsung kepada pemerintah. Hal ini sejalan dengan ketentuan Permen PPPA No. 12 Tahun 2015 yang menegaskan bahwa anak harus dilibatkan sebagai subjek pembangunan.
“Melalui Parprop, FAJ berperan sebagai jembatan aspirasi anak dengan pemerintah, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih ramah anak, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan mereka,” imbuhnya.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kolaborasi hingga tingkat desa, Dinsos PPPA Jember berharap Forum Anak Jember dapat semakin optimal dalam menjalankan perannya. FAJ diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi anak sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Jember sebagai Kabupaten Layak Anak. (wln)