logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Libatkan Dinsos PPPA, SMKN 4 Jember Perkuat Komunikasi Keluarga di Setiap Kegiatan Anak

  • 24 Juli 2026
  • Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
libatkan-dinsos-pppa-smkn-4-jember-perkuat-komunikasi-keluarga-di-setiap-kegiatan-anak-20260726

Libatkan Dinsos PPPA, SMKN 4 Jember Perkuat Komunikasi Keluarga di Setiap Kegiatan Anak

JEMBER, 24 JULI 2026 - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMK Negeri 4 Jember resmi berakhir dan memasuki babak baru. Para siswa baru kini bersiap menghadapi masa pembelajaran aktif dengan jadwal serta tuntutan praktik yang jauh lebih padat.

Menjelang peralihan tersebut, Jurusan Broadcasting SMKN 4 Jember menggelar pertemuan khusus bersama 35 wali murid di Hall Vocational sekolah setempat, Jumat 24 Juli 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan orang tua siap mendampingi anak dalam menghadapi ritme belajar baru, sekaligus memperkuat komitmen perlindungan anak di era digital.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember, Mauvirotul Arifah, S.H., serta Ketua Jurusan Broadcasting SMKN 4 Jember, Budi Setiono.

Mengusung tema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju", Mauvirotul menekankan pentingnya meningkatkan intensitas komunikasi antara orang tua dan anak sejak awal masa pembelajaran aktif. Menurutnya, masa transisi ini rawan terabaikan akibat padatnya jadwal praktik dan tugas sekolah.

“Berakhirnya MPLS harus menjadi momen bagi orang tua untuk mempererat komunikasi saat anak mulai belajar aktif. Luangkan waktu setiap kali anak pulang sekolah dengan menerapkan gaya komunikasi masa kini agar orang tua memahami kondisi mereka,” ujar Mauvirotul.

Ia menambahkan, orang tua tidak boleh lengah dalam memantau kondisi anak ketika aktivitas persekolahan mulai berjalan penuh. Komunikasi interaktif yang konsisten menjadi benteng utama menjaga kesehatan psikis anak, sekaligus melindungi mereka dari risiko kekerasan, perundungan (bullying), dan dampak negatif media sosial.

Sementara itu, Ketua Jurusan Broadcasting SMKN 4 Jember, Budi Setiono, menjelaskan bahwa para siswa akan langsung dihadapkan pada ritme praktik yang padat. Beberapa kegiatan tersebut meliputi penyuntingan video, penulisan naskah, tata artistik, produksi gelar wicara (podcast), hingga penggarapan acara varietas (variety show).

“Para siswa akan sering pulang di luar jam sekolah. Karena itu, kami memohon pemahaman dari orang tua. Bahkan, sekolah mengizinkan orang tua untuk hadir memantau langsung saat anak mengerjakan tugas di luar sekolah agar lebih aman. Namun, biasanya anak-anak justru enggan didampingi,” kata Budi yang disambut gelak tawa para wali murid.

Pada sesi diskusi, Diva Wibisono, wali dari siswa baru bernama Alfardan Navier, mengungkapkan bahwa faktor jarak menjadi tantangan tersendiri baginya dalam memantau sang adik.

“Orang tua kami tinggal di Balung, sedangkan kami tinggal di kawasan Semeru, kota Jember. Akibatnya, Alfardan lebih sering curhat kepada saya. Hal ini menjadi bahan evaluasi agar komunikasi keluarga kami bisa diperbaiki,” tutur Diva.

Melalui sosialisasi ini, SMKN 4 Jember dan Dinsos PPPA berharap orang tua dapat menjadi pendengar pertama bagi setiap persoalan anak, serta berpartisipasi aktif dalam pemenuhan hak anak, pencegahan kekerasan, perundungan, hingga pencegahan perkawinan anak. (rou)

Galeri Foto