Lincah di Arena, Ajwa dan Rere Jadi Sorotan Cahaya Pesona Nada Jember
- 08 Agustus 2026
- Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
Lincah di Arena, Ajwa dan Rere Jadi Sorotan Cahaya Pesona Nada Jember
JEMBER, 08 AGUSTUS 2026 – Penampilan tim Cahaya Pesona Nada Jember dalam ajang International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 di GOR PKPSO Jember, Jumat, 07 Agustus 2026, berlangsung meriah. Di antara deretan anggota tim yang tampil penuh energi, dua peserta cilik, Ajwa dari SD Jember Kidul 4 dan Rere dari SD Al Baitul Amien 2, turut menjadi sorotan berkat penampilan mereka yang lincah dan penuh percaya diri.
Keduanya tampil bersama anggota Cahaya Pesona Nada Jember dalam rangkaian marching battle. Mengenakan kostum bernuansa merah dan kuning yang menjadi ciri khas tim, Ajwa dan Rere terlihat kompak mengikuti setiap gerakan dan formasi yang telah dipersiapkan melalui latihan.
Dentuman musik, gerakan yang serempak, serta koreografi yang dinamis membuat suasana arena GOR PKPSO semakin semarak. Para peserta harus mampu menjaga konsentrasi, mengikuti irama, sekaligus mempertahankan stamina selama berada di arena.
Bagi Ajwa dan Rere, kesempatan tampil dalam ajang tersebut bukan sekadar kompetisi. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar disiplin, keberanian, kerja sama, serta bagaimana mempersiapkan diri sebelum tampil di hadapan banyak orang.
Ajwa: Pengalaman yang Tidak Terlupakan
Ajwa, siswi SD Jember Kidul 4, mengaku senang dapat menjadi bagian dari Cahaya Pesona Nada Jember dan tampil dalam ajang marching battle. Baginya, berada di arena kompetisi dengan suasana yang berbeda dari latihan sehari-hari memberikan pengalaman yang sangat berkesan.
“Saya senang bisa tampil bersama teman-teman. Ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan karena bisa mengikuti marching battle dan tampil di depan banyak orang. Semoga kami bisa memberikan penampilan terbaik dan mendapatkan hasil yang membanggakan,” ujar Ajwa.
Menurut Ajwa, persiapan sebelum tampil membutuhkan latihan yang cukup. Tidak hanya menghafalkan gerakan dan mengikuti musik, para peserta juga harus belajar menjaga kekompakan agar seluruh anggota dapat bergerak secara bersamaan.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Saya ingin terus berlatih supaya semakin kompak dan percaya diri. Semoga ke depannya bisa ikut lagi dalam kegiatan seperti ini dan mendapatkan prestasi yang lebih baik,” tambahnya.
Hal serupa dirasakan Rere, siswi SD Al Baitul Amien 2. Tampil di arena GOR PKPSO menjadi kesempatan bagi Rere untuk menguji hasil latihan sekaligus melatih keberanian.
Dalam penampilannya, Rere terlihat mengikuti setiap gerakan dengan penuh konsentrasi. Baginya, marching band membutuhkan kerja sama seluruh anggota. Kesalahan satu gerakan dapat memengaruhi kekompakan formasi, sehingga setiap peserta harus mampu berkonsentrasi sejak awal hingga akhir penampilan.
“Saya senang bisa ikut tampil di sini. Awalnya ada rasa gugup, tetapi setelah berada di arena saya mencoba fokus dan mengikuti latihan yang sudah dilakukan. Saya berharap ke depannya bisa semakin berani, semakin kompak, dan terus mengikuti kegiatan marching band,” ungkap Rere.
Bagi Rere, proses latihan juga mengajarkan pentingnya disiplin. Latihan yang dilakukan secara rutin menjadi bekal untuk membangun kesiapan sebelum menghadapi kompetisi.
Rere hadir dalam kegiatan tersebut dengan didampingi sang ibu, Novi Nur Wulansari. Sebagai orang tua, Novi mengaku bangga melihat putrinya mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam ajang marching band yang mempertemukan banyak peserta dan talenta.
Menurutnya, keikutsertaan Rere bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, tetapi juga mengenai proses belajar dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti latihan hingga tampil di arena.
“Saya sebagai orang tua tentu merasa bangga melihat Rere bisa ikut dalam kegiatan seperti ini. Dari proses latihan sampai tampil, banyak hal yang dia pelajari, terutama tentang disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan kerja sama dengan teman-temannya,” tutur Novi.
Ia menilai kegiatan marching band memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak. Selain membutuhkan kemampuan dalam mengikuti musik dan gerakan, peserta juga harus memiliki kesiapan mental dan fisik.
“Persiapannya bukan hanya latihan gerakan, tetapi juga mental dan tenaga. Anak harus belajar percaya diri, menjaga konsentrasi dan stamina. Kami sebagai orang tua tentu akan terus mendukung agar Rere bisa menikmati prosesnya dan berkembang menjadi lebih baik,” lanjut Novi.
Novi berharap pengalaman yang diperoleh Rere bersama Cahaya Pesona Nada Jember dapat menjadi bekal positif untuk ke depannya.
“Harapan saya, Rere bisa terus berkembang dan tidak mudah menyerah. Menang atau kalah itu bagian dari proses. Yang paling penting adalah dia mendapatkan pengalaman, berani tampil, mampu bekerja sama, dan semakin percaya diri. Kalau ada kesempatan mengikuti kompetisi berikutnya, tentu kami akan memberikan dukungan penuh,” ungkapnya.
Penampilan Ajwa dan Rere bersama Cahaya Pesona Nada Jember menunjukkan bahwa marching band tidak hanya mengandalkan kemampuan memainkan alat musik. Setiap anggota dituntut memiliki kedisiplinan, konsentrasi, kekompakan, keberanian, serta stamina yang baik.
Latihan yang dilakukan sebelum kompetisi menjadi bagian penting untuk mempersiapkan mental dan tenaga para peserta. Mereka harus terbiasa dengan gerakan, musik, formasi, hingga situasi ketika tampil di depan penonton.
Bagi Ajwa dan Rere, pengalaman di GOR PKPSO Jember akan menjadi salah satu cerita berharga dalam perjalanan mereka mengikuti marching band. Sementara bagi orang tua, melihat anak berani tampil dan berproses menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.
Kini, setelah memberikan penampilan terbaik di arena, harapan mereka adalah terus berkembang dan mampu meraih prestasi pada kompetisi berikutnya.
Cahaya Pesona Nada Jember tidak hanya membawa musik dan koreografi ke arena, tetapi juga membawa semangat anak-anak Jember untuk berani tampil, berproses, dan mengukir prestasi. (hz)