Pegon Sambut Tamu Kehormatan, Tradisi Jember Tetap Lestari di JKCI Festival
- 02 Agustus 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
Pegon Sambut Tamu Kehormatan, Tradisi Jember Tetap Lestari di JKCI Festival
JEMBER, 02 AGUSTUS 2026 – Sebanyak 15 pegon mengantarkan tamu kehormatan (VIP) dari berbagai negara menuju lokasi pembukaan Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) Festival di kawasan Watu Ulo, Kabupaten Jember, Sabtu 01 Agustus 2026. Arak-arakan pegon yang berjalan beriringan menjadi salah satu daya tarik utama dalam penyambutan tamu internasional sekaligus memperkenalkan warisan budaya lokal Jember kepada dunia.
Pegon merupakan alat transportasi tradisional berupa gerobak kayu yang ditarik oleh sepasang sapi. Kendaraan ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jember dan hingga kini masih dilestarikan sebagai simbol kearifan lokal serta identitas budaya daerah. Pada penyelenggaraan JKCI Festival, pegon dipilih sebagai sarana penyambutan tamu kehormatan agar para undangan dapat merasakan pengalaman budaya yang autentik sejak pertama kali tiba di lokasi acara.
Sepanjang perjalanan menuju area festival, para tamu tampak antusias mengabadikan momen menggunakan telepon seluler dan kamera. Mereka terlihat menikmati suasana khas pedesaan serta iring-iringan pegon yang dihiasi ornamen tradisional. Sambutan tersebut mendapat respons positif karena memberikan kesan berbeda dibandingkan penyambutan pada umumnya.
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Agung Nugroho, S.Sos., mengatakan bahwa penggunaan pegon dalam JKCI Festival merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat internasional.
“Pegon bukan sekadar alat transportasi tradisional, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Jember yang harus terus dilestarikan. Melalui JKCI Festival, kami ingin menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu hadir berdampingan dengan kegiatan bertaraf internasional. Harapannya, tamu dari berbagai negara dapat mengenal, menghargai, dan membawa cerita tentang kekayaan budaya Jember ke negaranya masing-masing,” ujarnya
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui dokumentasi semata, tetapi juga dengan menghadirkannya secara nyata dalam berbagai agenda daerah. Dengan demikian, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat melihat bahwa warisan budaya memiliki nilai sejarah, ekonomi, sekaligus potensi pariwisata.
JKCI Festival menjadi salah satu ajang yang mempertemukan unsur budaya, industri, pariwisata, dan pelaku usaha lokal dalam satu rangkaian kegiatan. Kehadiran pegon sebagai bagian dari prosesi penyambutan menjadi bukti bahwa budaya tradisional tetap memiliki ruang penting di tengah perkembangan zaman.
Melalui penyambutan tersebut, Kabupaten Jember tidak hanya menyuguhkan kemeriahan sebuah festival, tetapi juga memperkenalkan jati diri daerah kepada masyarakat dunia. Tradisi pegon yang terus dilestarikan diharapkan semakin dikenal oleh wisatawan mancanegara serta menjadi kebanggaan masyarakat Jember sebagai warisan budaya yang tetap hidup dan relevan hingga saat ini. (af)