Longsor Kembali Terjadi di Jelbuk Jember, Separuh Jalan Ambles dan 4 Rumah Terancam
- 08 November 2026
- Dibaca 173 Kali
Bagikan Via:
Longsor Kembali Terjadi di Jelbuk Jember, Separuh Jalan Ambles dan 4 Rumah Terancam
JEMBER, 08 NOVEMBER 2026 - Tanah longsor terjadi di RT 01 RW 03 Dusun Lengkong, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu 07 November 2026 malam. Material longsor menyebabkan separuh badan jalan desa yang menghubungkan Dusun Lengkong dengan Dusun Pangepok tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember langsung melakukan tindak lanjut setelah menerima laporan melalui kanal Wadul Gus e. Laporan tersebut disampaikan Aan, warga Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, yang meminta penanganan terhadap jalan desa yang mengalami longsor.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Parmuji, mengatakan petugas bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan asesmen terhadap dampak dan potensi bahaya lanjutan.
"Setibanya di lokasi, kami bersama kepala dusun langsung menuju titik longsoran dan melakukan asesmen. Untuk penanganan awal, longsoran ditutup menggunakan terpal agar material tidak semakin tergerus air hujan," ujar Parmuji.
Berdasarkan hasil asesmen, longsor dipicu hujan yang terjadi sejak November 2026. Tebing atau badan jalan yang longsor memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar 7 meter. Kondisi tersebut membuat sebagian badan jalan ambles sehingga akses kendaraan roda empat untuk sementara ditutup.
Longsor juga dinilai masih berpotensi meluas. Posisi rumah warga yang berada di sekitar lokasi membuat ancaman longsor susulan perlu diwaspadai. Sedikitnya empat rumah warga berpotensi terdampak apabila terjadi longsor lanjutan.
Keempat rumah tersebut masing-masing milik Andri (34), Ahmad (42), Saiful Bahri (37), dan M Feri (24). BPBD meminta warga di sekitar lokasi meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
"Kalau hujan deras berlangsung lebih dari dua jam, warga di sekitar lokasi diimbau untuk mengungsi sementara ke tempat yang aman sebagai langkah antisipasi," kata Parmuji.
Petugas BPBD bersama Kepala Dusun Lengkong, BPD Sucopangepok, ketua RT, dan warga juga melakukan penanganan awal dengan menutup area longsoran menggunakan dua buah terpal. Selain itu, petugas memberikan imbauan keselamatan kepada masyarakat dan mendokumentasikan kondisi lokasi untuk menjadi bahan tindak lanjut.
Peristiwa serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada 22 Februari 2026. Saat itu, BPBD Jember telah melakukan penanganan awal dengan memasang terpal di lokasi longsor.
BPBD merekomendasikan Pemerintah Desa Sucopangepok segera memperbaiki drainase jalan untuk mengurangi risiko aliran air menggerus badan jalan. Penanganan lanjutan juga perlu dikoordinasikan dengan dinas terkait agar kerusakan jalan dapat segera ditangani.
Selain itu, masyarakat bersama pemerintah desa dianjurkan melakukan kerja bakti untuk memperkuat titik rawan menggunakan karung pasir atau sandbag sebagai upaya pencegahan sementara.
BPBD menegaskan akses jalan roda empat untuk sementara ditutup demi keselamatan pengguna jalan. Warga juga diminta tidak mendekati titik longsor ketika hujan turun karena masih terdapat potensi pergerakan tanah.
Dalam penanganan tersebut, tidak dilaporkan adanya kendala. Unsur yang terlibat meliputi BPBD Kabupaten Jember, Kepala Dusun Lengkong, BPD Sucopangepok, ketua RT, dan masyarakat setempat. (tgh)