LURAH KALIWATES DAN PENGURUS BANK SAMPAH DESTANA STUDI PRAKTIK BUDIDAYA MAGOT, SIAP TERAPKAN DI KAMPUNG ZERO WASTE
- 13 Juni 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
LURAH KALIWATES DAN PENGURUS BANK SAMPAH DESTANA STUDI PRAKTIK BUDIDAYA MAGOT, SIAP TERAPKAN DI KAMPUNG ZERO WASTE
Kaliwates – Dalam upaya memperkuat program pengurangan sampah dari sumbernya dan mewujudkan Kampung Zero Waste di Kelurahan Kaliwates, Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., M.M. bersama Pengurus Bank Sampah DESTANA Kelurahan Kaliwates, H. Indra Gunawan dan Anang Hendra Irawan, melakukan kunjungan studi praktik ke lokasi budidaya magot milik KIM Info Reng Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, pada hari Sabtu (13/06/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung proses budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau magot yang saat ini menjadi salah satu solusi efektif dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan memperoleh penjelasan lengkap mengenai tahapan budidaya magot, mulai dari penyiapan kandang lalat BSF, proses penetasan telur, pemeliharaan larva, pemberian pakan berupa sampah organik rumah tangga dan limbah sisa makanan, hingga proses panen magot yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai pakan ternak, ikan, maupun unggas. Selain itu, para peserta juga mempelajari pengelolaan residu hasil budidaya magot yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman, sehingga seluruh proses berjalan dalam konsep ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.
Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, menyampaikan bahwa budidaya magot merupakan salah satu teknologi sederhana yang sangat potensial untuk diterapkan di lingkungan permukiman karena mampu mengurangi volume sampah organik secara signifikan sebelum dibuang ke depo maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, jika masyarakat mampu mengolah sampah organik di tingkat rumah tangga, maka beban pengangkutan sampah akan berkurang drastis dan target pengurangan sampah menuju Zero Waste akan lebih cepat tercapai.
Sementara itu, H. Indra Gunawan selaku Pengurus Bank Sampah DESTANA menjelaskan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bahan pembelajaran untuk segera diterapkan di Kelurahan Kaliwates melalui konsep Magot Box, yaitu budidaya magot skala rumah tangga yang mudah, murah, dan praktis. Konsep ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga dalam mengelola sampah organik sehari-hari sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi tambahan bagi keluarga.
Senada dengan hal tersebut, Anang Hendra Irawan menambahkan bahwa penerapan Magot Box nantinya akan dipadukan dengan berbagai program pengelolaan sampah lainnya seperti pemilahan sampah dari sumber, pembuatan kompos, pemanfaatan biopori, dan penguatan Bank Sampah DESTANA. Dengan sinergi berbagai metode tersebut, volume sampah yang selama ini diangkut ke depo dan TPA diharapkan dapat terus ditekan secara bertahap.
Melalui kegiatan studi praktik ini, Kelurahan Kaliwates semakin optimis dalam mewujudkan gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Diharapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari KIM Info Reng Tegalgede dapat segera direplikasi di lingkungan warga, sehingga terbentuk budaya baru dalam pengelolaan sampah yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Kampung Zero Waste, dimana sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.