logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Pakusari

Redam Dampak Kenaikan Harga Pokok, Bantuan Beras Disalurkan Serentak di Kecamatan Pakusari

  • 06 Juni 2026
  • Dibaca 39 Kali
Bagikan Via:
redam-dampak-kenaikan-harga-pokok-bantuan-beras-disalurkan-serentak-di-kecamatan-pakusari-20260608

Redam Dampak Kenaikan Harga Pokok, Bantuan Beras Disalurkan Serentak di Kecamatan Pakusari

JEMBER, 06 JUNI 2026 - Sebanyak ribuan keluarga penerima manfaat di Kecamatan Pakusari kini bisa bernapas lega setelah program bantuan pangan beras pemerintah resmi disalurkan mulai Selasa, 02 Juni 2026 hingga Kamis, 04 Juni 2026.

Pendistribusian yang dipusatkan di seluruh balai desa se-Kecamatan Pakusari ini menjadi oase di tengah gempuran inflasi harga bahan pokok yang kian mencekik dapur masyarakat kecil. Bagi warga miskin, bantuan beras seberat 10 kilogram ini bukan sekadar angka statistik program pemerintah, melainkan penyambung hidup yang memastikan asap dapur mereka tetap mengepul di tengah situasi ekonomi yang serba sulit.

Antrean warga sudah tampak sejak pagi hari di beberapa balai desa, salah satunya di Balai Desa Pakusari. Warga yang didominasi oleh lansia dan pekerja sektor informal tampak sabar mengantre demi membawa pulang jatah beras berkualitas medium tersebut.

Di tengah antrean itu, terselip raut wajah lelah namun penuh harap dari para kepala keluarga yang selama beberapa bulan terakhir harus memutar otak demi bisa membeli beras eceran yang harganya terus melambung tinggi.

Sisi kemanusiaan begitu kental terasa saat bantuan ini menyentuh langsung kehidupan masyarakat bawah. Mbah Karmo, salah seorang buruh tani serabutan yang fisiknya mulai senja, tidak mampu membendung rasa harunya saat giliran namanya dipanggil oleh petugas.

Sambil memanggul karung beras yang baru diterimanya, pria lanjut usia ini menceritakan betapa beratnya perjuangan bertahan hidup sebelum bantuan pangan ini turun ke desanya akibat himpitan harga bahan pokok.

"Beberapa minggu ini berat sekali, harga beras mahal sedangkan hasil kerja serabutan tidak menentu. Alhamdulillah, bantuan ini membuat mbah sangat bersyukur. Setidaknya untuk beberapa minggu ke depan, mbah tidak perlu bingung lagi memikirkan cara membeli beras," ucap Mbah Karmo.

Bagi Mbah Karmo dan ratusan lansia lainnya di Kecamatan Pakusari, inflasi bukan sekadar istilah ekonomi di televisi, melainkan ancaman nyata kelaparan yang mereka hadapi setiap hari. Kehadiran program bantuan pangan ini diakuinya menjadi berkah luar biasa yang langsung meringankan beban finansial keluarga yang sudah di ujung tanduk.

Terpisah, Sekretaris Kecamatan Pakusari, Hari Sunarso, menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat memahami beban berat yang sedang dipikul oleh masyarakat kecil saat ini. Pihaknya menegaskan bahwa keluh kesah seperti yang dialami Mbah Karmo adalah alasan utama mengapa program intervensi ini harus dikawal dengan ekstra ketat.

"Apa yang disampaikan Mbah Karmo adalah potret nyata di lapangan. Inflasi harga pangan memang memukul saudara-saudara kita yang berpenghasilan tidak menentu. Oleh karena itu, kami di pihak kecamatan memastikan seluruh proses penyaluran selama tiga hari ini berjalan tertib dan transparan," tegasnya.

"Target kami satu, bantuan harus dipastikan masuk ke kantong masyarakat yang paling membutuhkan, tanpa ada potongan atau salah sasaran," sambungnya.

Melalui pengawasan ketat di setiap balai desa, pihak kecamatan berharap dampak nyata dari bantuan ini benar-benar menjadi bantalan ekonomi yang kuat, sehingga sisa upah minim para pekerja serabutan dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak lainnya selama beberapa minggu ke depan. (zal)

Galeri Foto