logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Sempusari

Lurah Sempusari Hadiri Monev Pencegahan Perempuan dan Perkawinan Anak, Tekankan Peran Edukasi Keluarga di Tingkat Lingkungan

  • 11 Juni 2026
  • Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
lurah-sempusari-hadiri-monev-pencegahan-perempuan-dan-perkawinan-anak-tekankan-peran-edukasi-keluarga-di-tingkat-lingkungan-20260611

Lurah Sempusari Hadiri Monev Pencegahan Perempuan dan Perkawinan Anak, Tekankan Peran Edukasi Keluarga di Tingkat Lingkungan

JEMBER, Rabu 10 Juni 2026 Upaya pencegahan perkawinan anak dan perlindungan terhadap perempuan terus diperkuat oleh Pemerintah Kecamatan Kaliwates melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar di Pendopo Kecamatan Kaliwates, Rabu 10 Juni 2026 pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kecamatan Kaliwates dan Dinas Sosial Kabupaten Jember dalam memperkuat sistem perlindungan sosial di tingkat masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah se-Kecamatan Kaliwates, Kasi PMKS Kecamatan Kaliwates, tokoh masyarakat, serta modin dari masing-masing kelurahan. Forum ini menjadi wadah evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mencegah praktik perkawinan anak yang masih menjadi tantangan sosial di beberapa wilayah.

Salah satu peserta kegiatan, Lurah Sempusari, Husein Satria Mahardhika, menyampaikan bahwa peran pemerintah kelurahan sangat penting dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak usia remaja.

Ia menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, pemahaman orang tua terhadap dampak kesehatan, pendidikan, dan sosial dari perkawinan usia dini menjadi faktor kunci dalam menekan angka kasus tersebut.

“Kelurahan memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui RT/RW, kader, dan tokoh masyarakat agar pesan pencegahan ini benar-benar dipahami,” ungkapnya.

Ketua PAC Kaliwates Laskar Sholawat Nusantara Kecamatan Kaliwates, Hasan, turut menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak juga perlu diperkuat melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan dan pembinaan akhlak sejak dini di lingkungan masyarakat. Menurutnya, peran tokoh agama dan organisasi keagamaan menjadi sangat penting dalam memberikan pemahaman moral kepada generasi muda agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait pernikahan.

“Selain edukasi dari pemerintah, kami siap bersinergi melalui kegiatan sholawat, majelis taklim, dan pembinaan remaja untuk menanamkan pemahaman bahwa pernikahan harus dipersiapkan secara matang, baik secara usia, mental, maupun ekonomi,” ungkapnya.

Kegiatan Monev ini juga membahas evaluasi pelaksanaan program sebelumnya, termasuk sosialisasi, pendampingan, serta peran aktif modin dalam memberikan pemahaman berbasis nilai sosial dan keagamaan kepada masyarakat.

Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Jember menekankan pentingnya integrasi data dan penguatan koordinasi lintas sektor untuk memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran, terutama pada kelompok rentan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, diakhiri dengan penyusunan rekomendasi bersama sebagai langkah tindak lanjut penguatan program pencegahan perempuan dan perkawinan anak di Kecamatan Kaliwates. Pemerintah Kecamatan berharap, hasil kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta menurunkan angka perkawinan anak secara berkelanjutan. (as)

Galeri Foto