logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Bupati Jawab Anggapan Jember Tertinggal dari Banyuwangi di Kanal Wadul Guse

  • 27 April 2026
  • Dibaca 254 Kali
Bagikan Via:
bupati-jawab-anggapan-jember-tertinggal-dari-banyuwangi-di-kanal-wadul-guse-20260428

Bupati Jawab Anggapan Jember Tertinggal dari Banyuwangi di Kanal Wadul Guse

JEMBER, 27 APRIL 2026 – Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait menjawab langsung isu yang ramai beredar di masyarakat bahwa Kabupaten Jember tertinggal dari Banyuwangi. Pernyataan itu disampaikan dalam acara diskusi terbuka “Gus Bupati Menjawab #2” yang digelar melalui kanal YouTube Wadul Guse, Minggu, w6 April 2026 pukul 19.00 WIB.

Dalam episode bertajuk “Dibilang Kalah dari Banyuwangi. Benarkah Jember Tertinggal?”, Gus Fawait membahas berbagai perbandingan yang sering menjadi sorotan publik. Diskusi ini menghadirkan narasumber kompeten, antara lain praktisi dan pengamat ekonomi, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh yang terlibat langsung dalam penyusunan kebijakan daerah.

“Jember tidak tertinggal. Ada banyak fakta yang belum banyak diketahui masyarakat. Kami terbuka untuk dikritik demi kemajuan Jember,” ujar Gus Fawait dalam diskusi yang berlangsung transparan dan apa adanya tersebut.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kesejahteraan masyarakat. Menurut data BPS yang dirujuk dalam diskusi, IPM Jember pada 2025 mencapai 71,57, naik 0,64 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Meski masih di bawah IPM Banyuwangi yang tercatat sekitar 75,17, Gus Bupati menekankan tren peningkatan yang konsisten di bidang pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Pada aspek ekonomi dan pengangguran, Gus Fawait memaparkan upaya pemkab dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM. Diskusi juga menyentuh tingkat pengangguran yang terus ditekan melalui program-program penciptaan lapangan kerja. Narasumber pengamat ekonomi menambahkan bahwa Jember memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan Jawa Timur yang perlu terus dioptimalkan.

Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah menjelaskan berbagai kebijakan pembangunan jalan, irigasi, dan fasilitas publik. Gus Bupati menegaskan komitmen untuk mempercepat proyek-proyek strategis guna mendukung konektivitas antarwilayah.

Tak ketinggalan, polemik seputar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan tata kelola pemerintahan menjadi sorotan. Gus Fawait menjawab kritik dengan menjelaskan langkah-langkah perbaikan tata kelola dan transparansi pengelolaan BUMD agar lebih profesional dan akuntabel.

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam ini menjadi ruang bagi suara rakyat. Masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan melalui platform YouTube Wadul Guse. Acara ini merupakan kelanjutan dari seri “Gus Bupati Menjawab” yang sebelumnya juga membahas berbagai isu sensitif di Jember.

Gus Fawait berharap diskusi seperti ini dapat membangun pemahaman bersama tentang kondisi riil pembangunan Jember. “Kami tidak menutup mata terhadap kekurangan, tapi kami juga ingin masyarakat melihat kemajuan yang sudah dicapai,” katanya.

Acara ini dapat disaksikan ulang melalui tautan YouTube Wadul Guse: https://www.youtube.com/live/J1L8Uq-gLV8.

Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen terus meningkatkan kinerja di semua sektor untuk mewujudkan Jember yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan. (ach)

Galeri Foto