Mahasiswa UNMUH Jember Asesmen Kesejahteraan Subjektif dan Work Engagement Ibu PKK Banjarsengon
- 12 Juni 2026
- Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
Mahasiswa UNMUH Jember Asesmen Kesejahteraan Subjektif dan Work Engagement Ibu PKK Banjarsengon
JEMBER, 12 JUNI 2026 – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan Praktik Kuliah Asesmen Komunitas di Balai Kelurahan Banjarsengon pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan tujuh mahasiswa dengan contact person Fani Wahyu Kurniawan dan menyasar kader TP PKK Kelurahan Banjarsengon sebagai responden.
Asesmen dilakukan berdasarkan Surat Izin Nomor 437/II.3.AU/FPSI/F/2026 tertanggal 2 Juni 2026. Tema yang diangkat adalah “Analisis Emotional Well-Being dan Engagement” dengan fokus pengukuran efektivitas kegiatan yang dijalankan Ibu-ibu PKK di wilayah tersebut.
Lurah Banjarsengon, Sudik Haryono, S.Sos., M.Si., membuka langsung jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa UNMUH Jember yang mau turun langsung ke masyarakat. Ini bentuk kolaborasi yang baik antara kampus dan kelurahan,” tegas Sudik.
Fandi Wahyu Kurniawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember, hadir sebagai narasumber dan peneliti dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Ia menjelaskan bahwa penelitian bertujuan mengukur efektivitas kegiatan Ibu-ibu PKK melalui pendekatan akademik.
“Fokus penelitian kami ada pada dua variabel utama,” kata Fandi. “Pertama, kesejahteraan subjektif atau subjective well-being. Kedua, keterlibatan dalam pekerjaan atau work engagement para Ibu-ibu PKK saat menjalankan perannya sebagai kader.”
Fandi memaparkan bahwa metode penelitian dilakukan melalui dua tahapan. Tahap pertama berupa Focus Group Discussion atau FGD untuk menggali pengalaman dan persepsi kader secara mendalam. Tahap kedua dilanjutkan dengan survei terstruktur kepada seluruh peserta yang hadir. Kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif ini dipilih agar data yang diperoleh lebih komprehensif.
Fani Wahyu Kurniawan selaku ketua panitia mahasiswa menegaskan bahwa seluruh rangkaian pengambilan data telah melewati prosedur informed consent. Aspek kerahasiaan menjadi prioritas dalam pelaksanaan asesmen. “Kami berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas dan data pribadi ibu-ibu. Hasil asesmen nantinya akan kami serahkan kepada pihak kelurahan sebagai bahan rujukan penyusunan program pemberdayaan,” jelasnya.
Ketua TP-PKK Kelurahan Banjarsengon, Henry Wulandari, A.Md.Keb., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, topik kesejahteraan emosional dan keterlibatan kerja sangat relevan dengan kondisi kader. “Ibu-ibu PKK punya peran ganda di rumah dan masyarakat. Beban itu sering tidak terlihat. Semoga hasil asesmen ini bisa jadi dasar kegiatan yang lebih memanusiakan kader,” ujarnya.
Responden kegiatan ini merupakan kader dan anggota aktif TP PKK Kelurahan Banjarsengon. Mereka mengikuti FGD dan mengisi instrumen survei yang disiapkan tim mahasiswa. Suasana diskusi berlangsung terbuka. Beberapa peserta menyampaikan tantangan yang dihadapi, mulai dari pembagian waktu antara urusan domestik dan kegiatan PKK, hingga kebutuhan dukungan psikologis.(sgk)