Mahasiswa Unmuh Jember Turun ke Banjarsengon, Teliti Kesejahteraan Emosional Kader PKK
- 12 Juni 2026
- Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
Mahasiswa Unmuh Jember Turun ke Banjarsengon, Teliti Kesejahteraan Emosional Kader PKK
JEMBER, 12 JUNI 2026 – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar Praktik Kuliah Asesmen Komunitas di Balai Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Kamis 11 Juni 2026.
Kegiatan yang melibatkan tujuh mahasiswa tersebut menyasar kader Tim Penggerak PKK Kelurahan Banjarsengon sebagai responden. Asesmen dilakukan untuk memetakan kondisi kesejahteraan emosional serta tingkat keterlibatan kader dalam menjalankan aktivitas sosial kemasyarakatan.
Program ini dilaksanakan berdasarkan Surat Izin Nomor 437/II.3.AU/FPSI/F/2026 tertanggal 2 Juni 2026 dengan mengusung tema “Analisis Emotional Well-Being dan Engagement”.
Lurah Banjarsengon, Sudik Haryono, S.Sos, M.Si, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang turun langsung ke masyarakat untuk melakukan penelitian berbasis kebutuhan komunitas.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa Unmuh Jember yang mau turun langsung ke masyarakat. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik antara kampus dan kelurahan," ujar Sudik.
Koordinator kegiatan, Fani Wahyu Kurniawan, menjelaskan asesmen difokuskan pada dua variabel utama, yakni kesejahteraan subjektif (subjective well-being) dan keterlibatan kerja (work engagement) kader PKK.
Menurutnya, kedua aspek tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana para kader merasa sejahtera secara emosional sekaligus tetap bersemangat menjalankan peran sosialnya di tengah berbagai tanggung jawab yang dimiliki.
"Melalui asesmen ini kami ingin melihat bagaimana kondisi kesejahteraan emosional kader serta tingkat keterlibatan mereka dalam menjalankan aktivitas PKK," katanya.
Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahapan. Pertama, Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali pengalaman, pandangan, dan tantangan yang dihadapi para kader. Tahap berikutnya berupa survei terstruktur guna memperoleh data yang lebih terukur.
Kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif tersebut dipilih agar hasil penelitian mampu menggambarkan kondisi kader secara lebih komprehensif.
Fani menegaskan seluruh proses asesmen telah melalui prosedur informed consent dan mengedepankan prinsip kerahasiaan data responden.
"Kami berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas maupun data pribadi peserta. Hasil asesmen nantinya akan kami serahkan kepada pihak kelurahan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Ketua TP-PKK Kelurahan Banjarsengon, Henry Wulandari, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai topik kesejahteraan emosional sangat relevan dengan realitas yang dihadapi para kader PKK.
Menurut Henry, banyak kader menjalankan peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus penggerak kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.
"Ibu-ibu PKK memiliki tanggung jawab besar di rumah dan masyarakat. Beban itu sering kali tidak terlihat. Kami berharap hasil asesmen ini bisa menjadi dasar lahirnya program yang lebih memperhatikan kebutuhan kader," katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para kader mengikuti sesi diskusi dan pengisian instrumen survei secara aktif. Dalam forum tersebut, sejumlah peserta mengungkap berbagai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari pembagian waktu antara urusan keluarga dan kegiatan organisasi hingga kebutuhan akan dukungan psikologis.
Hasil asesmen nantinya diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah kelurahan dan TP-PKK dalam merancang program pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada aktivitas organisasi, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental dan kesejahteraan kader. (sgk)