Manakib di Sumbersari Jadi Momentum Sosialisasi UHC, Camat Libatkan Masyarakat
- 19 Oktober 2026
- Dibaca 38 Kali
Bagikan Via:
Manakib di Sumbersari Jadi Momentum Sosialisasi UHC, Camat Libatkan Masyarakat
JEMBER, 19 OKTOBER 2026 – Sosialisasi program pengobatan gratis tak cukup berhenti di kantor pemerintahan. Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, mendorong keterlibatan masyarakat hingga tingkat keluarga agar informasi layanan kesehatan dan program prioritas pemerintah daerah benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.
Pesan tersebut disampaikan Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP., MM., dalam kegiatan Manakib & Doa Bersama Menjaga Jember Baru Jember Maju di Pendopo Kecamatan Sumbersari, Minggu, 18 Oktober 2026 malam. Kegiatan yang menghadirkan Kiai Haji Fadil Muzaki Syah itu menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mengajak berbagai elemen masyarakat berperan dalam penyebarluasan informasi pelayanan publik.
Deni menilai, masyarakat, terutama para ibu dan jamaah pengajian, memiliki posisi strategis untuk membantu pemerintah menyampaikan informasi program hingga ke lingkungan terdekat. Peran tersebut penting agar warga tidak hanya mendengar nama program, tetapi juga memahami manfaat serta cara mengakses layanan yang tersedia.
“Yang jelas bahwa UHC itu adalah pengobatan gratis. Panjenengan sekalian menjadi sebagian dari kekuatan kami untuk menyosialisasikan dan juga memfasilitasi, menyampaikan kepada kami,” ujar Deni dalam sambutannya.
Menurut dia, pemahaman masyarakat mengenai Universal Health Coverage (UHC) perlu terus diperluas. Warga yang memiliki KTP Jember perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai ketentuan kepesertaan, prosedur, serta akses layanan kesehatan sesuai mekanisme program yang berlaku.
Karena itu, Kecamatan Sumbersari mengajak masyarakat turut menjadi penghubung informasi antara pemerintah dan warga. Apabila ditemukan persoalan pelayanan atau ada warga yang membutuhkan penjelasan, informasi tersebut dapat disampaikan kepada pihak kelurahan maupun kecamatan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Deni menegaskan, pelayanan publik tidak hanya berkaitan dengan urusan administrasi. Kepekaan terhadap persoalan sosial dan kesehatan masyarakat juga menjadi bagian dari tanggung jawab aparatur pemerintah.
“Sebagai pelayan masyarakat, sebagai aparatur negara harus mempunyai nilai-nilai luhur, karena dituntut mempunyai kepekaan dalam rangka melayani masyarakat, baik di sisi sosial kemasyarakatan, kesehatan dan administrasi pelayanan,” katanya.
Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan masukan yang konstruktif. Komunikasi tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat mengetahui persoalan yang dihadapi warga sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan.
Kegiatan ini dihadiri para lurah se-Kecamatan Sumbersari beserta jajaran, unsur pendidikan, koordinator pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), koordinator penyuluh keluarga berencana (PLKB), tokoh masyarakat, pengurus pengajian Muslimat, serta kelompok hadrah dari Kelurahan Kebonsari.
Melalui kegiatan tersebut, Kecamatan Sumbersari berharap silaturahmi tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi modal sosial untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah, sekaligus memperlancar komunikasi antara warga dan penyelenggara pelayanan publik.
Bagi Kecamatan Sumbersari, keberhasilan program pemerintah bukan hanya ditentukan oleh pelaksanaannya, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat mengetahui, memahami, dan dapat mengakses manfaatnya. (dan)