logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Mandiri Secara Ekonomi, Kunci Martabat Perempuan di Era Kesetaraan Gender

  • 06 Mei 2026
  • Dibaca 175 Kali
Bagikan Via:
mandiri-secara-ekonomi-kunci-martabat-perempuan-di-era-kesetaraan-gender-20260506

Mandiri Secara Ekonomi, Kunci Martabat Perempuan di Era Kesetaraan Gender

JEMBER, 06 MEI 2026 - Perempuan didorong untuk semakin mandiri secara ekonomi sebagai bagian penting dalam mewujudkan kesetaraan gender di berbagai lini kehidupan. Hal ini mengemuka dalam kegiatan sosialisasi pengarusutamaan gender (PUG) yang digelar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) kepada perangkat daerah, Selasa 05 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, fasilitator daerah, Saras Humasari, S.Kel, menyampaikan materi terkait implementasi PUG di daerah. Ia menekankan bahwa perempuan harus memiliki kekuatan dan kemandirian, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam dunia kerja dan aspek finansial. Menurutnya, kemandirian ekonomi menjadi salah satu kunci penting agar perempuan memiliki posisi yang setara dan berdaya dalam mengambil keputusan.

“Perempuan harus kuat dan mandiri, baik dalam keluarga, pekerjaan maupun finansial. Ketika perempuan memiliki kemandirian ekonomi, maka ia memiliki kontrol lebih terhadap hidupnya,” ujar Saras dalam paparannya.

Diskusi dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai perspektif dari peserta. Salah satu peserta perempuan menyampaikan pandangannya bahwa keluarga tetap menjadi prioritas utama, sementara karier merupakan pilihan yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Pernyataan ini mencerminkan realitas yang masih banyak dihadapi perempuan, di mana mereka kerap dihadapkan pada pilihan antara peran domestik dan profesional.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan serta Pengarusutamaan Gender Dinsos PPPA, dr. Oktavia Wahyu Krisna Murti, MM, menegaskan bahwa isu gender dalam dunia kerja memang bukan hal baru. Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana implementasi kesetaraan tersebut dapat berjalan secara nyata di lapangan.

“Masalah gender dalam pekerjaan ini adalah hal klasik, tetapi yang terpenting adalah bagaimana penerapannya bisa benar-benar setara. Kemandirian ekonomi perempuan bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga menyangkut martabat perempuan itu sendiri,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengarusutamaan gender harus menjadi komitmen bersama seluruh perangkat daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan mampu mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan perempuan secara adil.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi perempuan semakin meningkat. Perempuan tidak hanya dipandang sebagai pelengkap, tetapi sebagai individu yang memiliki hak, potensi, dan peran strategis dalam pembangunan. Dengan kemandirian ekonomi, perempuan diharapkan mampu berdiri sejajar dan berkontribusi secara maksimal, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (wln)

Galeri Foto