logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Evakuasi ODGJ di Banjarsengon Jember Berlangsung Kondusif, Kelurahan dan Warga Kompak

  • 19 Juni 2026
  • Dibaca 50 Kali
Bagikan Via:
evakuasi-odgj-di-banjarsengon-jember-berlangsung-kondusif-kelurahan-dan-warga-kompak-20260619

Evakuasi ODGJ di Banjarsengon Jember Berlangsung Kondusif, Kelurahan dan Warga Kompak

JEMBER, 19 JUNI 2026 – Proses evakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berinisial WS di Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Kamis 18 Juni 2026 malam, berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Pukul 22.00 WIB, tim gabungan mulai merapat ke lokasi. Langit malam tampak cerah dengan udara cukup tenang di gang sempit permukiman warga. Meski malam, puluhan pemuda dan warga sudah berjaga di radius aman. Suasana tegang sempat terasa ketika petugas mulai menyiapkan pendekatan. Lampu dari mobil operasional Dinsos yang diparkir 50 meter dari rumah WS membantu menerangi area.

Evakuasi ini melibatkan Puskesmas, Dinsos, Kelurahan Banjarsengon, pengurus RT 01 RW 06, Ketua RW 04, serta warga sekitar. Dari Dinsos, hadir M. Sugiarto dan Febri Adi selaku petugas Dinsos untuk proses evakuasi dan pendampingan di armada. Hadir pula dalam evakuasi tersebut Muhammad Firman Hamdani, S.Kep., Ns. dari Puskesmas dan Ketua RT 01 RW 06.

Staf Kasi PMKS Kelurahan Banjarsengon, Joko Suyitno, yang berada di lokasi sejak awal menjelaskan kronologi penanganan. “Kami dari Kelurahan mendapat laporan dari RT/RW soal kondisi WS yang perlu penanganan khusus. Kami langsung koordinasi dengan Puskesmas dan Dinsos,” kata Joko.

Menurutnya, sekitar pukul 22.15 WIB tim mulai melakukan pendekatan secara persuasif. “Prinsip kami humanis, tanpa paksaan. Kami pastikan prosedur jalan. Peran kelurahan di sini memfasilitasi dan mendampingi agar administrasi dan komunikasi antarinstansi aman,” ujarnya.

Joko menyebut pukul 22.45 WIB WS berhasil dibujuk keluar rumah. Pemeriksaan awal dilakukan tim Puskesmas di teras dengan bantuan penerangan lampu mobil, didampingi M. Sugiarto dan Febri Adi. Suasana yang awalnya tegang perlahan mencair karena WS kooperatif.

“Pukul 23.15 WIB WS sudah siap diberangkatkan. M. Sugiarto dan Febri Adi membantu mengarahkan dan mendampingi WS pelan-pelan ke mobil operasional Dinsos,” jelas Joko.

Ia menambahkan, tepat pukul 23.30 WIB mobil operasional Dinsos yang dikawal M. Sugiarto dan Febri Adi meninggalkan lokasi. WS dibawa ke Liposos (Lingkungan Pondok Sosial) untuk mendapat penanganan lanjutan.

“Alhamdulillah semua lancar. Ini bukti kalau koordinasi lintas sektor jalan. Ke depan, kami harap warga tidak takut melapor. Stigma ke ODGJ harus kita hilangkan. Penanganannya ada jalurnya,” tegas Joko Suyitno.

Sementara itu, Ketua RW 04, Efendi, mengapresiasi kekompakan warga selama proses evakuasi. “Namanya malam-malam, tegang itu pasti. Tapi menjelang pukul 23.00 WIB warga sudah paham ini untuk kebaikan WS. Cuaca cerah juga membantu petugas bekerja lebih tenang,” kata Efendi.

Ia menyebut pemuda RW 04 berperan penting menjaga suasana. “Anak-anak muda bantu jaga jalan, minta warga tidak berkerumun, jadi petugas bisa fokus kerja. Termasuk bantu M. Sugiarto dan Febri Adi saat proses ke mobil. Kalau tidak ada bantuan mereka, bisa gaduh,” ujarnya.

Efendi juga berpesan agar kepedulian seperti ini terus dijaga. “Kalau ada warga butuh bantuan, langsung lapor RT/RW. Jangan dihakimi atau dibiarkan. Kita dampingi bersama. Semoga WS cepat sehat dan bisa kumpul lagi dengan keluarga,” pungkas Efendi. (sgk)

Galeri Foto