Masak Sederhana Bisa Cegah Stunting? Program Dashat Tanggul Buktikannya!
- 21 Juli 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
Masak Sederhana Bisa Cegah Stunting? Program Dashat Tanggul Buktikannya!
JEMBER, 21 JULI 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus bergerak aktif menekan angka stunting melalui berbagai sosialisasi hingga ke pelosok desa. Salah satu terobosan yang disambut antusias warga adalah program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang mengajak keluarga memanfaatkan bahan pangan lokal untuk asupan gizi terbaik.
Program ini secara khusus memberdayakan ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu balita untuk memiliki pengetahuan serta keterampilan menyajikan menu sehat, bergizi, berprotein tinggi, dan beragam. Kegiatan intinya berupa pelatihan serta praktik langsung memasak menu lokal yang ekonomis namun pas dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Koordinator PKB Kecamatan Tanggul, Ir. Tri Setyawati, menjelaskan manfaat besar program ini saat ditemui di sela kegiatan di Dusun Krajan RW 09, Desa Tanggul Kulon, Selasa 21 Juli 2026.
"Dengan memanfaatkan apa saja yang ada di lingkungan sekitar, Dashat tidak hanya memperbaiki gizi keluarga, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal lewat olahan pangan sehat," ujarnya.
Saat ini program Dashat berjalan di dua titik di Kecamatan Tanggul, yaitu Desa Tanggul Kulon dan Desa Manggisan. Kegiatan dilaksanakan Tim Pendamping Keluarga bekerja sama dengan PKK, kader desa, petugas gizi, serta dukungan pemerintah desa dan kecamatan. Materinya meliputi edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan, demo resep, hingga bantuan bahan makanan untuk latihan di rumah.
"Diharapkan masyarakat makin sadar pentingnya gizi seimbang, berubah pola makan sehari-hari, dan desa menjadi lingkungan yang mendukung anak tumbuh optimal," tambahnya.
Sementara itu, Camat Tanggul Farqul Mashudi S.Sos, menilai program sangat tepat sasaran. "Di sini ibu-ibu belajar cara masak yang benar, tahu nilai gizi makanannya, hingga trik agar anak lahap makan masakan ibunya sendiri," katanya.
Ia menyambut antusiasme warga dan berharap target penurunan stunting tercapai sesuai harapan Gus Bupati. "Kami minta ilmu ini terus diamalkan di rumah, demi keluarga yang bebas stunting," tegasnya.
Feliana (25), salah satu peserta, mengaku sangat terbuka wawasannya. "Dulu saya kira menu sederhana itu biasa saja, ternyata gizinya sangat tinggi kalau diolah dengan benar. Terima kasih Gus Bupati, ini sangat berguna buat anak saya yang baru satu tahun," ungkapnya senang. (psn)