Mata Air Melimpah, Warga Darungan Justru Kesulitan Air Bersih akibat Pipa HIPAM Bermasalah
- 03 November 2026
- Dibaca 42 Kali
Bagikan Via:
Mata Air Melimpah, Warga Darungan Justru Kesulitan Air Bersih akibat Pipa HIPAM Bermasalah
JEMBER, 03 NOVEMBER 2026 – Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumberbulus, RT 01 RW 07, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut dipicu oleh gangguan teknis pada jaringan pipanisasi Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM) yang selama ini menjadi sumber distribusi air bagi masyarakat setempat.
Menindaklanjuti laporan warga melalui program Wadul Gus’e, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen lapangan pada Selasa, 03 November 2026.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPBD berkoordinasi dengan pemerintah desa, sekretaris desa, kepala dusun, pelapor, serta sejumlah tokoh masyarakat guna mengidentifikasi penyebab terganggunya pasokan air bersih dan mencari solusi penanganan.
Berdasarkan hasil asesmen, persoalan yang dialami warga bukan disebabkan oleh mengeringnya sumber mata air, melainkan adanya dugaan kebocoran dan kerusakan pada jaringan pipa HIPAM yang mengalirkan air dari sumber mata air di kawasan Perkebunan Tulis menuju Dusun Sumberbulus.
Akibat gangguan tersebut, debit air yang diterima masyarakat mengalami penurunan. Bahkan, aliran air terkadang hanya mengalir dalam jumlah terbatas dan pada waktu tertentu berhenti sepenuhnya. Padahal, sumber mata air yang menjadi pemasok utama masih memiliki ketersediaan air yang melimpah.
Anggota Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Jember, Firman Arifianto, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dan koordinasi di lapangan, persoalan utama yang dihadapi warga berada pada jaringan distribusi air.
“Setelah dilakukan asesmen dan koordinasi bersama pemerintah desa serta masyarakat, diketahui bahwa kesulitan air bersih yang dialami sekitar 50 KK ini disebabkan adanya dugaan kebocoran dan kerusakan pada jaringan pipanisasi HIPAM. Sementara itu, sumber mata airnya masih tersedia dan cukup melimpah,” jelas Firman.
Ia menambahkan, persoalan tersebut telah berlangsung kurang lebih satu bulan. Warga berharap adanya penanganan segera agar distribusi air bersih kembali normal dan kebutuhan sehari-hari masyarakat dapat terpenuhi.
Dalam diskusi bersama perangkat desa dan masyarakat, turut mengemuka perlunya pembenahan sistem pengelolaan HIPAM. Warga mengeluhkan belum optimalnya penanganan gangguan jaringan pipa oleh pengurus sebelumnya sehingga permasalahan yang terjadi di wilayah mereka belum mendapatkan penyelesaian.
Sebagai langkah tindak lanjut, pemerintah Desa Darungan berencana membentuk kepengurusan HIPAM yang baru. Setelah kepengurusan terbentuk, pemerintah desa bersama warga akan menggelar kerja bakti atau gotong royong untuk memperbaiki jaringan pipanisasi yang mengalami kerusakan.
“Harapannya, dengan terbentuknya pengurus HIPAM yang baru, permasalahan pengelolaan dan distribusi air bisa segera ditangani. Selanjutnya, pemerintah desa bersama warga akan melakukan gotong royong untuk memperbaiki jaringan pipa agar aliran air bersih kembali normal,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar Camat Tanggul turut melakukan koordinasi dan penanganan terhadap pengelolaan HIPAM di Desa Darungan. Selain itu, BPBD juga akan memantau perkembangan rencana kerja bakti dan perbaikan jaringan pipanisasi bersama pemerintah desa serta masyarakat.
Melalui koordinasi lintas pihak tersebut, diharapkan persoalan yang menyebabkan terganggunya distribusi air bersih dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, sekitar 50 KK di Dusun Sumberbulus dapat kembali menikmati akses air bersih secara normal tanpa harus terus-menerus menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. (bob)