logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Gebang

Melawan Arus, Menjemput Aman: Aksi Nyata Kelurahan Gebang Menghadang Banjir di Musim Ekstrem

  • 20 Desember 2025
  • Dibaca 176 Kali
Bagikan Via:
melawan-arus-menjemput-aman-aksi-nyata-kelurahan-gebang-menghadang-banjir-di-musim-ekstrem-20251220

Melawan Arus, Menjemput Aman: Aksi Nyata Kelurahan Gebang Menghadang Banjir di Musim Ekstrem

Langit di atas Kelurahan Gebang belakangan ini sering kali berubah menjadi kelabu pekat dalam waktu singkat. Guntur yang menggelegar diikuti hujan dengan intensitas tinggi seolah menjadi alarm bagi warga yang bermukim di dekat aliran air. Di tengah ancaman cuaca ekstrem ini, sebuah gerakan dimulai sebelum bencana sempat mengetuk pintu rumah warga.

Pada pagi yang lembap itu, puluhan orang berkumpul di pinggir saluran air yang kondisinya memprihatinkan. Aliran air yang seharusnya mengalir lancar kini tampak lesu, tercekik oleh tumpukan sampah plastik dan pendangkalan lumpur yang kian meninggi.

 

Bukan sekadar memerintah dari balik meja, Lurah Gebang, Nanang Suwono, S.Sos, terlihat berada di tengah keriuhan. Dengan sepatu bot dan pakaian yang siap kotor, ia memimpin langsung jajarannya untuk turun ke dasar saluran. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap laporan cuaca ekstrem yang diprediksi akan terus mengguyur wilayah tersebut.

"Kita tidak bisa hanya menunggu hujan reda. Kita harus memastikan air memiliki jalan untuk pulang ke sungai, bukan mampir ke rumah warga," ujar Nanang sambil memantau pengangkatan sedimen lumpur yang sudah mengeras.

 

Kegiatan pembersihan ini menjadi medan perjuangan fisik yang cukup berat. Cangkul demi cangkul diayunkan untuk mengeruk dasar saluran yang sudah dangkal. Setiap tarikan sekop membawa keluar tumpukan sampah domestik—mulai dari kemasan plastik, kain bekas, hingga ranting pohon yang menyumbat celah-celah krusial.

 

Tanpa pembersihan ini, intensitas hujan yang sangat lebat dipastikan akan membuat air meluap dalam hitungan menit. Pendangkalan yang terjadi selama berbulan-bulan telah mengurangi kapasitas tampung saluran hingga lebih dari separuhnya. Oleh karena itu, pengerukan ini menjadi harga mati demi keamanan lingkungan.

 

Di sela-sela kegiatan, Nanang Suwono memberikan penekanan penting yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Gebang. Baginya, pembersihan hari ini hanyalah solusi sementara jika perilaku membuang sampah sembarangan tidak dihentikan.

"Aliran air yang sudah dangkal ini diperparah oleh sampah yang dibuang sengaja. Saya menghimbau dengan sangat kepada seluruh warga, mari kita jaga bersama. Jangan jadikan selokan sebagai tempat sampah raksasa. Jika tersumbat, yang merasakan dampaknya adalah kita semua, tanpa terkecuali," tegasnya dengan nada serius namun persuasif.

 

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini membuahkan hasil yang kasat mata. Aliran air yang tadinya terhenti kini mulai bergerak bebas. Lubang-lubang drainase yang tadinya tertutup tanah kini kembali terbuka lebar, siap menyambut kiriman air dari langit.

 

Aksi bersih-bersih ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah pesan edukasi bagi masyarakat. Bahwa di balik setiap banjir yang merendam, sering kali ada tangan manusia yang abai terhadap kebersihan lingkungan.

 

Kini, warga Kelurahan Gebang bisa sedikit bernapas lega. Meski hujan lebat mungkin akan kembali turun sore nanti, setidaknya aliran air di bawah sana sudah siap bertarung melawan derasnya arus, berkat kesigapan Lurah dan jajarannya yang tak gentar bergelut dengan lumpur demi kenyamanan warganya.

 

Galeri Foto