logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Menari Penuh Antusias, Semangat Anak Disabilitas Warnai Festival Egrang di Tanoker Jember

  • 08 Agustus 2026
  • Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
menari-penuh-antusias-semangat-anak-disabilitas-warnai-festival-egrang-di-tanoker-jember-20260809

Menari Penuh Antusias, Semangat Anak Disabilitas Warnai Festival Egrang di Tanoker Jember

JEMBER, 08 AGUSTUS 2028 - Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Pesan itu begitu kuat terasa dalam peringatan Hari Anak yang digelar Pemerintah Kabupaten Jember melalui Festival Egrang yang berlangsung dari Balai Desa Sumber Lesung hingga Kecamatan Ledokombo, Sabtu 08 Agustus 2026.

Di tengah semarak pertunjukan egrang dan berbagai rangkaian kegiatan, perhatian publik tertuju pada sebuah penampilan yang menyentuh. Sejumlah anak penyandang disabilitas tampil menari dengan penuh semangat, membuktikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berekspresi dan menunjukkan potensi dirinya.

Ada anak yang menari dengan menggunakan kursi roda. Ada pula anak tunanetra yang harus dipandu selama mengikuti gerakan tari. Namun, keterbatasan fisik maupun indera tidak membuat mereka kehilangan keberanian untuk tampil di hadapan masyarakat.

Justru sebaliknya, senyum, semangat dan antusiasme mereka menjadi salah satu pesan paling kuat dalam peringatan Hari Anak di Jember.

Setiap gerakan yang mereka tampilkan seolah menjadi simbol bahwa ruang untuk tumbuh dan berprestasi tidak boleh dibatasi oleh kondisi fisik. Dengan dukungan orang-orang di sekitarnya, mereka mampu menunjukkan bahwa anak-anak disabilitas juga memiliki kemampuan untuk tampil, berkreasi dan memberikan inspirasi.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, menyampaikan bahwa penampilan anak-anak disabilitas tersebut menjadi bagian penting dari semangat Festival Egrang, khususnya dalam menghadirkan ruang yang setara bagi seluruh anak.

“Yang kita lihat hari ini bukan tentang keterbatasannya, tetapi tentang keberanian dan semangat mereka. Ada yang menari menggunakan kursi roda, ada yang harus dipandu karena tunanetra, tetapi mereka tetap tampil dengan penuh antusias. Ini menjadi pesan bagi kita semua bahwa setiap anak memiliki potensi dan berhak mendapatkan ruang untuk berekspresi,” ujar Bobby.

Menurutnya, Festival Egrang tidak hanya menjadi momentum untuk mengenalkan dan melestarikan permainan tradisional kepada generasi muda, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan menumbuhkan kepercayaan diri anak.

“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi ruang yang inklusif. Anak-anak tidak boleh merasa berbeda karena keterbatasan yang mereka miliki. Justru kita yang harus hadir memberikan dukungan, membuka ruang dan memastikan mereka bisa tumbuh dengan percaya diri,” lanjutnya.

Suasana semakin istimewa dengan kehadiran Arifatul Choiri Fauzi, S.Sos., M.Si., Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran Menteri PPPA menambah makna penting dalam peringatan Hari Anak di Jember. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perlindungan, pemenuhan hak dan pemberian ruang bagi anak merupakan tanggung jawab bersama.

Festival Egrang yang bekerja sama dengan Tanoker menjadi ruang perjumpaan anak-anak dengan berbagai latar belakang. Pertunjukan egrang, tari-tarian serta berbagai aktivitas yang melibatkan anak menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegembiraan sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda.

Dalam momentum tersebut, penampilan anak-anak disabilitas menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh. Dari atas kursi roda, mereka tetap mampu mengikuti irama dan gerakan tari. Sementara anak-anak tunanetra mengikuti setiap gerakan dengan bantuan pendamping.

Tidak ada wajah menyerah yang terlihat. Yang tampak justru semangat, keberanian dan kebahagiaan ketika mereka mendapatkan kesempatan untuk tampil.

Penampilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan fisik maupun indera bukan penghalang bagi anak untuk memiliki mimpi dan menunjukkan kemampuan. Dukungan keluarga, pendamping, lingkungan sekolah, masyarakat dan pemerintah menjadi bagian penting agar setiap anak dapat berkembang secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong terciptanya ruang publik dan kegiatan yang ramah serta inklusif bagi anak. Semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun daerah yang memberikan perhatian kepada seluruh anak tanpa terkecuali.

Festival Egrang di Ledokombo akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan tentang kemeriahan permainan tradisional. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menghadirkan cerita tentang keberanian anak-anak untuk melampaui batas dirinya.

Hari itu, panggung bukan hanya milik mereka yang mampu berjalan tanpa bantuan. Panggung juga menjadi milik mereka yang bergerak dengan kursi roda, mereka yang membutuhkan panduan untuk melihat arah, dan seluruh anak yang berani menunjukkan bahwa dirinya mampu.

Karena setiap anak berhak mendapatkan ruang untuk tumbuh, bermain, berkarya dan menunjukkan potensi terbaiknya. (ram)

Galeri Foto