Mengabdi di Tegalgede, Delapan Bulan Mahasiswa Unej Bakal Dampingi Warga Cegah Stunting dan Kelola Lingkungan
- 17 Juli 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
Mengabdi di Tegalgede, Delapan Bulan Mahasiswa Unej Bakal Dampingi Warga Cegah Stunting dan Kelola Lingkungan
JEMBER, 17 JULI 2026 – Universitas Jember (Unej) memperkuat komitmennya dalam mendukung penanganan stunting di Kabupaten Jember melalui aksi nyata akademisi. Sebanyak 10 mahasiswa resmi diterjunkan dalam Program Mahasiswa Berdesa (Promahadesa) 2026 di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Selama delapan bulan ke depan, kelompok mahasiswa ini akan mendampingi warga setempat melalui program inovatif bertajuk Sigizling (Siaga Gizi dan Lingkungan). Program ini mengintegrasikan penanganan stunting dengan pengelolaan lingkungan hidup yang sehat secara berkelanjutan.
Di bawah bimbingan Ns. Ahmad Rifai, S.Kep., M.S., Ph.D., tim Promahadesa tidak hanya berfokus pada perbaikan status gizi. Mereka juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dengan menggandeng Pemerintah Kelurahan Tegalgede, kader kesehatan, PKK, serta warga lokal.
Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, S.T., M.M., menyambut baik kolaborasi strategis ini. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan merupakan langkah krusial dalam mempercepat pencegahan stunting sekaligus menata kualitas lingkungan.
"Kami mengapresiasi Universitas Jember yang kembali mempercayakan Kelurahan Tegalgede sebagai lokasi Promahadesa. Kami berharap mahasiswa mampu mendampingi masyarakat hingga tercipta perubahan perilaku dalam pemenuhan gizi keluarga dan kepedulian lingkungan," ujar Shierley.
Melalui Sigizling, aksi nyata yang diusung meliputi pendampingan gizi, edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, pembuatan lubang resapan biopori, hingga pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan. Seluruh program dirancang agar mudah direplikasi warga secara mandiri setelah masa pengabdian berakhir.
Dosen Pembimbing Promahadesa 2026, Ns. Ahmad Rifai, Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat. Mahasiswa dituntut peka dan mampu mengubah bekal teori menjadi inovasi yang bermanfaat langsung.
"Kami ingin kehadiran mahasiswa menjadi mitra warga dalam membangun kesadaran gizi dan lingkungan. Melalui Sigizling, kami mendorong lahirnya solusi sederhana yang bisa dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat," pungkas Ahmad Rifai.
Promahadesa menjadi bukti konsistensi Unej dalam mengabdi pada masyarakat. Sinergi multidisektor ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga, menekan angka stunting, dan membangun budaya hidup bersih sehat di Kelurahan Tegalgede. (sar)