logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Bangsalsari

Pelatihan Eco Print di Bangsalsari, Upaya Pemberdayaan Anak Tidak Sekolah dan Peningkatan Keterampilan Masyarakat

  • 16 Juni 2026
  • Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
pelatihan-eco-print-di-bangsalsari-upaya-pemberdayaan-anak-tidak-sekolah-dan-peningkatan-keterampilan-masyarakat-20260616

Pelatihan Eco Print di Bangsalsari, Upaya Pemberdayaan Anak Tidak Sekolah dan Peningkatan Keterampilan Masyarakat

JEMBER, 16 JUNI 2026 – Upaya penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jember terus dilakukan melalui berbagai pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal, tetapi juga pemberdayaan keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Eco Print sebagai Upaya Penuntasan dan Pemberdayaan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jember bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember.

Kegiatan berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026, di Aula Gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Bangsalsari. Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah peserta yang terdiri dari Anak Tidak Sekolah (ATS) serta warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Bangsalsari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Camat Bangsalsari, Plt. Ketua TP PKK Kecamatan Bangsalsari, Kabid Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Kabid Pokja II TP PKK Kabupaten Jember, Kasi PMKS Kecamatan Bangsalsari, anggota TP PKK Kabupaten Jember, anggota TP PKK Kecamatan Bangsalsari, jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, serta unsur pendamping dari Kecamatan Bangsalsari.

Pelatihan eco print dipilih karena dinilai memiliki nilai edukatif sekaligus ekonomis. Teknik eco print merupakan metode pewarnaan kain dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan bagian tumbuhan lainnya yang menghasilkan motif unik serta ramah lingkungan. Selain mudah dipelajari, keterampilan ini juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha kreatif berbasis rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar teknik eco print, mulai dari pengenalan bahan, proses pengolahan kain, penataan motif dari dedaunan, hingga proses pencetakan warna alami pada media kain. Peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung teknik yang telah dijelaskan oleh narasumber.

Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan TP PKK dalam memberikan alternatif pembelajaran bagi anak-anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan formal. Melalui keterampilan yang aplikatif, diharapkan para peserta dapat memiliki bekal kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan mereka di masa mendatang.

Selain sebagai sarana peningkatan keterampilan, pelatihan tersebut juga menjadi ruang pembinaan dan motivasi bagi ATS agar tetap memiliki kesempatan untuk berkembang. Pemerintah berharap keterbatasan akses pendidikan formal tidak menjadi hambatan bagi generasi muda untuk memperoleh kemampuan yang produktif dan bernilai ekonomi.

Plt. Camat Bangsalsari, H. Deni Hadiatullah, S.IP., M.M., menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dan TP PKK Kabupaten Jember yang telah menghadirkan program pemberdayaan di wilayah Bangsalsari. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka Anak Tidak Sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat masyarakat.

“Pelatihan eco print ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Kami berharap para peserta, khususnya Anak Tidak Sekolah, dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menambah kemampuan dan membangun kepercayaan diri dalam menghadapi masa depan,” ujar Deni.

Ia menambahkan bahwa penyelesaian persoalan Anak Tidak Sekolah membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga. Karena itu, sinergi yang telah terbangun antara Dinas Pendidikan, TP PKK, dan pemerintah kecamatan perlu terus diperkuat agar program-program pemberdayaan dapat berjalan berkelanjutan.

“Penuntasan ATS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi dan pendampingan yang berkesinambungan. Kami mendukung penuh setiap program yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dan membuka peluang ekonomi kreatif bagi warga,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas serta menjadikan produk eco print sebagai salah satu alternatif usaha yang bernilai jual. Dengan demikian, program pemberdayaan ATS tidak hanya berkontribusi pada peningkatan keterampilan individu, tetapi juga mendukung penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat secara luas. (yun)

Galeri Foto