Kelurahan Gebang Fasilitasi Penjemputan Gratis Jenazah Warga yang Ditemukan di Lumajang
- 14 Maret 2026
- Dibaca 280 Kali
Bagikan Via:
Kelurahan Gebang Fasilitasi Penjemputan Gratis Jenazah Warga yang Ditemukan di Lumajang
JEMBER, 13 MARET 2026 - Pemerintah Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, memfasilitasi penjemputan jenazah salah satu warganya, Fatimah (55), yang ditemukan meninggal dunia di Kabupaten Lumajang setelah dilaporkan menghilang sejak 2018.
Fatimah merupakan warga Poreng, Lingkungan Batu Karang, RT 01 RW 14, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.
Lurah Gebang, Nanang saat dikonfirmasi Sabtu 14 Maret 2026 dini hari menjelaskan bahwa informasi mengenai keberadaan Fatimah sebenarnya sempat muncul beberapa kali sejak ia dilaporkan hilang delapan tahun lalu. Namun informasi tersebut sempat terputus hingga akhirnya muncul kabar terbaru dari Lumajang.
“Informasi awal, dulu sempat ada di Batam. Kemudian ada kabar lagi berada di Probolinggo. Setelah itu informasinya terputus dan tidak ada kabar lagi sampai akhirnya muncul kabar dari Lumajang,” ujar Nanang.
Menurut Nanang, kabar terbaru tersebut diperoleh dari Dinas Sosial Kabupaten Lumajang yang membagikan informasi melalui grup komunikasi antarinstansi. Dalam informasi itu disebutkan terdapat seorang warga yang diduga berasal dari Kelurahan Gebang dan berada di Dinsos Lumajang dalam kondisi meninggal dunia.
Mendapat informasi tersebut, pihak Kelurahan segera melakukan penelusuran dan berupaya menghubungi keluarga Fatimah untuk memastikan identitas. Namun saat petugas mendatangi alamat yang tercatat di Poreng, Lingkungan Batu Karang, RT 01 RW 14, ternyata tidak ditemukan lagi keluarga yang tinggal di lokasi tersebut.
“Kami bersama jajaran kelurahan mencoba memastikan keberadaan keluarganya di alamat tersebut, tetapi ternyata sudah tidak ada keluarga yang tinggal di sana,” jelas Nanang.
Informasi mengenai ditemukannya Fatimah kemudian menyebar di kalangan warga sekitar. Tidak lama setelah itu, seorang warga menyampaikan bahwa kemungkinan masih ada keluarga Fatimah yang tinggal di wilayah Karangpring.
Berdasarkan informasi tersebut, pihak kelurahan kemudian berkoordinasi dengan keluarga yang berhasil dihubungi untuk menentukan langkah penjemputan jenazah.
Nanang mengatakan di karenakan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas sempat menjadi kendala dalam proses penjemputan. Karena itu, pihak kelurahan berupaya membantu mencarikan solusi agar proses pemulangan jenazah dapat dilakukan.
Bantuan akhirnya diperoleh melalui koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk melalui relawan yang membantu mengupayakan ambulans gratis dari PMI Jember.
“Jenazah dijemput menggunakan ambulans PMI Jember, kemudian dibawa dan diserahkan kepada keluarga,” kata Nanang.
Ia menambahkan, jenazah tiba kembali di Jember sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah proses serah terima di PMI, penanganan selanjutnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak keluarga.
“Dari pihak kelurahan hanya membantu sampai proses di PMI. Untuk penanganan berikutnya dilakukan langsung oleh keluarga,” ujarnya.
Peristiwa ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang terhadap Fatimah yang telah berlangsung sekitar delapan tahun sejak ia dilaporkan menghilang pada 2018.
Meski berakhir dengan kabar duka, keluarga akhirnya mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Fatimah setelah bertahun-tahun tanpa informasi yang jelas. (yud)