Apel HKB 2026 di Silo, BPBD Jember Perkuat Sinergi Pentahelix Hadapi Bencana
- 27 April 2026
- Dibaca 236 Kali
Bagikan Via:
Apel HKB 2026 di Silo, BPBD Jember Perkuat Sinergi Pentahelix Hadapi Bencana
JEMBER, 27 APRIL 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menggelar rangkaian kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional 2026 di kawasan PPG Wisata Pinus Sidomulyo, Kecamatan Silo, Sabtu-Minggu (25–26 April 2026). Kegiatan ini mengusung tema “Siap untuk Selamat, Bersatu dalam Siaga Tangguh Menghadapi Bencana”.
Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana.
“Melalui HKB ini, kami ingin memastikan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, relawan, hingga masyarakat umum, memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Edy Budi Susilo saat dikonfirmasi, Minggu, 26 April 2026.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan diisi dengan berbagai agenda edukatif dan simulatif. Pada hari pertama, peserta mengikuti lomba pendirian tenda yang sekaligus digunakan sebagai tempat menginap. Kegiatan ini bertujuan melatih keterampilan dasar dalam kondisi darurat.
Selain itu, digelar talkshow kebencanaan bertema sinergi pemerintah, legislatif, dan akademisi dalam penguatan kesiapsiagaan. Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai unsur.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyalaan api unggun yang dilakukan secara bersama-sama oleh unsur pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Prosesi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Jember sebagai daerah tangguh bencana.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya komunitas relawan kebencanaan, desa tangguh bencana (Destana), Muspika Kecamatan Silo, Perhutani, Pos SAR Jember, PMI, TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat.
Edy Budi Susilo menegaskan, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di daerah. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan.
“Kami ingin membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Dengan kesiapan yang baik, risiko dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat bisa lebih terjamin,” katanya.
Kegiatan HKB 2026 ini dilaporkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari upaya penguatan sistem kesiapsiagaan bencana secara nasional. (tgh)