logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Petani Tak Hanya Bisa Mengoperasikan, tapi Juga Merawat Alsintan Modern

  • 08 Mei 2026
  • Dibaca 170 Kali
Bagikan Via:
petani-tak-hanya-bisa-mengoperasikan-tapi-juga-merawat-alsintan-modern-20260509

Petani Tak Hanya Bisa Mengoperasikan, tapi Juga Merawat Alsintan Modern

JEMBER, 08 MEI 2026 - Di tengah percepatan modernisasi pertanian, kemampuan petani dalam mengelola alat dan mesin pertanian ternyata menjadi faktor yang tak kalah penting dibanding kecanggihan teknologinya. Hal inilah yang menjadi perhatian Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluh Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember saat menggelar pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan combine harvester bersama kelompok tani.

Kegiatan yang dipimpin oleh Misnari, S.P., selaku Pengawas Alat dan Mesin Pertanian beserta tim tersebut tidak hanya berfokus pada praktik penggunaan alat panen modern, tetapi juga memperkuat pemahaman petani terkait perawatan alsintan agar tetap optimal digunakan dalam jangka panjang.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan langsung mengenai pemeriksaan unit, kebersihan mesin, pengecekan oli, hingga jadwal pergantian komponen secara berkala. Pendekatan ini dinilai penting karena banyak kerusakan alsintan di lapangan justru dipicu kurangnya perawatan rutin.

Narasumber dari pihak Ishoku, Muhammad Islahul Umam menjelaskan bahwa pemeliharaan alat menjadi kunci utama menjaga performa combine harvester tetap maksimal saat digunakan di lahan pertanian.

“Untuk kegiatan tadi kita memang percobaan lapangan tentang perawatannya untuk pembersihan oli, pengecekan oli, kebersihan unit serta pergantian-pergantian oli maupun sparepart yang telah disediakan maupun harus beli dari kelompok itu,” ujarnya.

Selain pengenalan sistem perawatan, peserta juga dikenalkan dengan spesifikasi combine harvester Ishoku Lovol DW102 Plus yang memiliki tenaga mesin 100 HP dengan efisiensi kerja mencapai 0,5 hingga 0,8 hektare per jam. Mesin tersebut juga dilengkapi sistem empat silinder turbocharged pendingin air serta kapasitas tangki gabah sekitar 600 kilogram.

Namun, pelatihan ini tidak semata membahas kemampuan mesin. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember ingin membangun kesadaran bahwa alsintan modern membutuhkan pengelolaan yang disiplin agar usia pakai alat lebih panjang dan biaya operasional tetap terkendali.

Materi mengenai jadwal pergantian oli juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan tersebut. Pergantian oli mesin pertama dilakukan setelah 100 jam penggunaan, sedangkan perawatan berkala dilakukan setiap 150 jam. Sementara itu, pergantian oli HST dilakukan pada 150 jam pertama dan dilanjutkan setiap 200 jam penggunaan.

Pendampingan teknis seperti ini dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam menghadapi pertanian modern yang semakin bergantung pada mekanisasi. Dengan kemampuan pengelolaan alsintan yang lebih baik, petani diharapkan tidak hanya mampu mempercepat proses panen, tetapi juga menjaga keberlanjutan penggunaan alat pertanian di lapangan. (fan)

Galeri Foto