Mewakili Bupati, Pj Sekda Jember Dampingi Pangdam V Brawijaya Tinjau Pembangunan Jembatan Perintis Garuda
- 23 April 2026
- Dibaca 191 Kali
Bagikan Via:
Mewakili Bupati, Pj Sekda Jember Dampingi Pangdam V Brawijaya Tinjau Pembangunan Jembatan Perintis Garuda
JEMBER, 23 APRIL 2026 - Mewakili Bupati Jember, Muhammad Fawait, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Akhmad Helmi Luqman, S.Sos, mendampingi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, meninjau proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Kamis 23 April 2026.
Tampak hadir turut mendampingi pula, Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember Letkol Inf. Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P., M.I.P., dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jember AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si.
Dalam kunjungan tersebut, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan untuk melihat langsung progres pekerjaan sekaligus memetakan kendala yang dihadapi selama pembangunan berlangsung.
“Biasanya kami datang saat peletakan batu pertama dan peresmian. Namun kali ini kami sengaja hadir saat proses pekerjaan berlangsung agar bisa melihat progres serta kendala di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Pj Sekda Jember Akhmad Helmi Luqman, S.Sos., mengapresiasi pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Badean melalui TNI, di tengah keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
Menurutnya, tanpa dukungan tersebut, pembangunan jembatan kemungkinan besar belum dapat direalisasikan tahun ini. Padahal, jembatan tersebut memiliki peran vital dalam menghubungkan dua wilayah, yakni Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, dengan Kampung Durian, Desa Pakis, Kecamatan Panti.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah menganggarkan pembangunan jembatan gantung perintis melalui TNI, di saat APBD kami sangat terbatas,” katanya.
Jembatan gantung perintis yang diberi nama Jembatan Perintis Garuda itu sebelumnya terputus akibat banjir bandang pada Desember 2025. Semula, jembatan tersebut memiliki panjang 10 meter.
Namun, setelah diterjang banjir dan terjadi pengikisan tanah di bantaran sungai, panjang jembatan diperluas menjadi 36 meter. Jembatan tersebut pertama kali dibangun pada 2013 dengan nama Jembatan Sulton. (al)