logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Oplah Jadi Kunci Peningkatan Luas Panen, Dinas TPHP Jember Perkuat Optimalisasi Lahan Pertanian

  • 07 Juni 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
oplah-jadi-kunci-peningkatan-luas-panen-dinas-tphp-jember-perkuat-optimalisasi-lahan-pertanian-20260608

Oplah Jadi Kunci Peningkatan Luas Panen, Dinas TPHP Jember Perkuat Optimalisasi Lahan Pertanian

JEMBER, 07 JUNI 2026 — Di tengah semakin terbatasnya lahan pertanian di Pulau Jawa, upaya meningkatkan produksi pangan tidak lagi hanya bergantung pada perluasan lahan. Kabupaten Jember memilih pendekatan yang berbeda, yakni mengoptimalkan lahan yang sudah ada agar mampu menghasilkan panen lebih banyak dalam setahun. Strategi tersebut diwujudkan melalui program Optimasi Lahan (Oplah) yang menjadi salah satu program unggulan sektor pertanian.

Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, program Oplah terus diperluas sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan pemerintah pusat dalam menjawab tantangan keterbatasan lahan pertanian.

Dalam kegiatan Pro Guse Update sektor pertanian yang digelar di Kantor Dinas TPHP Kabupaten Jember, Sabtu, 06 Juni 2026, Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menjelaskan bahwa optimasi lahan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan luas panen tanpa harus membuka lahan baru.

Berdasarkan data yang dipaparkan, total luasan program Oplah pada 2025 hingga 2026 mencapai hampir 12 ribu hektare. Khusus tahun 2026, program tersebut akan menjangkau sekitar 7.070 hektare lahan pertanian di berbagai wilayah Kabupaten Jember.

Peran Dinas TPHP dalam program ini tidak hanya sebatas pelaksana administrasi. Dinas juga bertugas melakukan pendampingan, pengawasan, hingga memastikan program berjalan sesuai tujuan di lapangan. Pendampingan tersebut menjadi penting agar lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan hasil yang lebih baik bagi petani.

Dampak program tersebut telah dirasakan langsung oleh sejumlah kelompok tani penerima manfaat. Dalam sesi testimoni, beberapa petani mengungkapkan adanya peningkatan frekuensi tanam maupun produktivitas hasil panen setelah lahan mereka mendapatkan program Oplah. Lahan yang sebelumnya sulit ditanami kini mampu ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

Bahkan, terdapat kelompok tani yang melaporkan peningkatan indeks pertanaman dari sebelumnya 1,5 kali tanam menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun. Sementara produktivitas padi yang sebelumnya berkisar 5 ton per hektare meningkat menjadi lebih dari 7 ton per hektare.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan produksi pangan tidak selalu harus dilakukan melalui penambahan lahan baru. Dengan dukungan infrastruktur, pendampingan, dan pengelolaan yang tepat, lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

Dalam paparannya, pemimpin muda yang akrab disapa Gus Fawait itu juga menegaskan, bahwa manfaat program Oplah telah terlihat langsung di lapangan.

"Testimoni tadi jelas, yang biasanya panen sekali bisa panen dua kali, yang biasanya panen dua kali bisa panen tiga kali. Yang produktivitasnya awalnya berapa hari ini meningkat," ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa program Oplah tidak hanya menjadi bagian dari agenda pembangunan pertanian, tetapi juga telah menghasilkan perubahan nyata bagi petani. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Jember, dan Dinas TPHP, program ini diharapkan terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai salah satu daerah penyangga pangan penting di Jawa Timur. (fan)

Galeri Foto