Bunga Desaku di Sumberbaru Temukan Tiga Rumah Tak Layak Huni, Bupati Jember Bakal Lakukan Bedah Rumah
- 09 Agustus 2026
- Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
Bunga Desaku di Sumberbaru Temukan Tiga Rumah Tak Layak Huni, Bupati Jember Bakal Lakukan Bedah Rumah
JEMBER, 09 AGUSTUS 2026 - Program Bunga Desaku yang digelar di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Minggu (9/8/2026), tidak sekadar menjadi ruang pelayanan publik dan sosialisasi program pemerintah. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melihat langsung kondisi sosial dan kelayakan tempat tinggal warga yang membutuhkan bantuan.
Melalui rangkaian kegiatan yang terintegrasi dengan layanan homecare tersebut, tim di lapangan menemukan tiga rumah warga dalam kondisi tidak layak huni. Temuan ini langsung direspon pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti melalui usulan program perbaikan atau bedah rumah.
Tiga warga yang disambangi dalam kunjungan tersebut adalah Rukati (72), warga Desa Yosorati; Suyanto (64); serta Sahira Aprilia Putri (16). Kondisi hunian mereka menjadi bukti masih adanya warga yang membutuhkan intervensi pemerintah, baik dalam aspek kesehatan maupun pemenuhan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir secara langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik tidak cukup diberikan melalui meja kantor atau fasilitas kesehatan, tetapi harus mampu menjangkau hingga ke pintu rumah warga.
“Bunga Desaku menjadi salah satu cara pemerintah untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Ketika petugas datang ke rumah warga, kita tidak hanya melihat persoalan kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Bupati Fawait.
Ia menjelaskan, temuan rumah tidak layak huni ini menjadi bagian penting dalam pemetaan kebutuhan warga. Dengan peninjauan langsung, masalah di lapangan dapat segera dikoordinasikan dan diusulkan kepada perangkat daerah terkait maupun pemerintah pusat sesuai dengan kewenangan program.
Bupati menilai sinergi antara layanan homecare dan Bunga Desaku menjadi pintu masuk untuk memberikan pelayanan yang lebih komprehensif. Warga yang membutuhkan perawatan kesehatan dapat memperoleh kunjungan tenaga medis, sementara persoalan sosial yang ditemukan dapat diteruskan ke instansi teknis.
Sementara itu, Camat Sumberbaru, Mohamad Faridj Wadjdi, S.Sos., menyatakan pihak kecamatan akan terus melakukan pendataan dan pengawalan terhadap warga yang membutuhkan bantuan. Menurut Faridj, keberadaan program Bunga Desaku memberikan gambaran riil mengenai kondisi riil masyarakat di tingkat tapak.
“Ketika pelayanan turun langsung ke desa dan rumah warga, persoalan yang selama ini belum terpantau bisa diketahui lebih cepat, termasuk kondisi rumah tidak layak huni. Data ini akan kami koordinasikan agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Faridj menambahkan, Kecamatan Sumberbaru terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya agar penanganan masalah warga berjalan terpadu.
Kegiatan Bunga Desaku di Sumberbaru tidak hanya dimaknai sebagai agenda rutin pelayanan publik, melainkan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Melalui penelusuran dari rumah ke rumah, pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan warga sekaligus menghadirkan solusi yang tepat sasaran.
Harapannya, usulan bedah rumah bagi warga yang membutuhkan ini dapat segera terealisasi. Dengan demikian, masyarakat Sumberbaru tidak hanya mendapatkan jaminan akses kesehatan, tetapi juga kesempatan untuk memiliki hunian yang aman dan layak. (jh8)