Dashat di Puger, Bekali Kader Edukasi Gizi dan Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting
- 28 Juni 2026
- Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
Dashat di Puger, Bekali Kader Edukasi Gizi dan Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting
JEMBER, 28 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka tengkes (stunting). Melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), instansi ini kembali menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi puluhan kader di Balai KB Kecamatan Puger, Kamis 25 Juni 2026.
Langkah taktis ini diambil untuk mengoptimalkan edukasi gizi berbasis pangan lokal kepada keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting. Kehadiran tim Dinkes PPKB Jember di lapangan sekaligus untuk memantau langsung dan memberikan penguatan moril kepada para kader yang menjadi ujung tombak program.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Puger, Elis Ginting, serta tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Kasiyan yang memberikan pendampingan teknis.
Tidak sekadar menerima teori, para peserta juga antusias mengikuti demonstrasi memasak menu sehat kaya nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok sasaran. Untuk balita, diperkenalkan menu bubur tim ikan kuah kuning, sate telur puyuh, dan semangka potong. Sementara untuk ibu hamil, disajikan menu nasi, gulai ikan kuah kuning, tempe goreng tepung, oseng buncis wortel, serta buah semangka segar.
Perwakilan Bidang Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Kesejahteraan Keluarga (P2KBKS) Dinkes PPKB Jember, Adzim Baidowi, S.H., menegaskan bahwa program Dashat didesain untuk memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar seremonial pelatihan memasak.
"Setelah kegiatan Dashat ini, tugas kader tidak berhenti begitu saja. Kami membekali mereka dengan buku rapor pemantauan untuk mencatat perkembangan setiap keluarga sasaran secara berkala," ujar Adzim.
Melalui buku rapor tersebut, perkembangan pola makan dan penerapan menu sehat yang telah diajarkan dapat dipantau secara presisi. Adzim berharap intervensi ini mampu membentuk kebiasaan baru di tingkat rumah tangga dalam mengolah pangan lokal bergizi demi mencegah tengkes secara berkelanjutan.
Melalui sinergi solid antara Dinkes PPKB, tenaga kesehatan, Tim Penggerak PKK, dan pemerintah daerah, para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang andal. Pemanfaatan pangan lokal yang murah dan mudah didapat ini diproyeksikan dapat mendongkrak kualitas gizi keluarga sekaligus mempercepat target penurunan angka stunting di Kabupaten Jember.