logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Ribuan Mahasiswa Dilepas ke Desa, Gus Fawait: Kritik Harus Berubah Jadi Solusi

  • 20 Juli 2026
  • Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
ribuan-mahasiswa-dilepas-ke-desa-gus-fawait-kritik-harus-berubah-jadi-solusi-20260720

Ribuan Mahasiswa Dilepas ke Desa, Gus Fawait: Kritik Harus Berubah Jadi Solusi

JEMBER, 20 JULI 2026 - Alun-Alun Jember Nusantara berubah menjadi lautan almamater pada Minggu, 19 Juli 2026. Sebanyak 3.044 mahasiswa dari 16 perguruan tinggi secara resmi dilepas oleh Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., untuk mengikuti KKN Kolaboratif 2026 bertajuk "Desa Cinta" (Desa Pendataan Akurat, Kemiskinan Tuntas).

Pelepasan ribuan mahasiswa itu bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Dentuman sirene yang menggema di alun-alun dan hujan konfeti warna-warni menjadi simbol dimulainya misi besar: menghadirkan data kemiskinan yang lebih akurat agar setiap kebijakan dan bantuan pemerintah tepat sasaran.

Di hadapan mahasiswa, pimpinan perguruan tinggi, dan tamu undangan, Bupati Fawait menyampaikan pesan yang membakar semangat generasi muda. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya kelompok yang lantang mengkritik.

"Jangan cuma pintar mengkritik atau bahkan mencaci maki. Berikan masukan yang konkret dan hadirkan perubahan melalui tindakan nyata," tegasnya, disambut tepuk tangan peserta.

Menurut Fawait, KKN Kolaboratif tahun ini memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah melakukan validasi data masyarakat, khususnya kelompok desil 2, sehingga berbagai program bantuan sosial dapat disalurkan kepada warga yang benar-benar berhak menerimanya. Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

"Nama almamater ada di pundak adik-adik semua. Jaga sikap, etika, dan jadilah teladan bagi masyarakat," pesannya.

KKN Kolaboratif 2026 menjadi salah satu gerakan pengabdian terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Jember. Sebanyak 3.044 mahasiswa dari 16 perguruan tinggi bersatu dalam misi membangun desa berbasis data akurat.

Universitas Jember (Unej) menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 1.414 mahasiswa. Disusul Uin Khas Jember sebanyak 311 mahasiswa; Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember 279 mahasiswa; dan Universitas Dr. Soebandi 200 mahasiswa.

Partisipasi lain datang dari UPN Veteran Jawa Timur 180 mahasiswa, Universitas Islam Jember (UIJ) 120 mahasiswa, Universitas Al-Falah Assunniyah (UAS) Kencong 105 mahasiswa, Stikes Bhakti Al-Qodiri 71 mahasiswa, Universitas Ibrahimy (Uniham) 69 mahasiswa, serta Universitas Muhammadiyah Jember 50 mahasiswa.

Selanjutnya, Poltekkes Kemenkes Jember 49 mahasiswa, Universitas Moch. Sroedji (Um Seruji) 35 mahasiswa, Institut Teknologi dan Sains (Its) Mandala 24 mahasiswa, STIA Pembangunan Jember 21 mahasiswa, Setiper Jember 11 mahasiswa, serta Stikes Harapan Bangsa 5 mahasiswa.

Selama 35 hari ke depan, para mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Jember. Mereka tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga hidup berdampingan dengan masyarakat, memotret kondisi riil di lapangan, memvalidasi data kemiskinan, serta menghadirkan inovasi yang dapat mendukung pembangunan desa.

Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, kolaborasi lintas perguruan tinggi ini merupakan langkah konkret menjawab tantangan daerah. Meski dikenal memiliki 31 perguruan tinggi, Jember masih menghadapi angka kemiskinan yang relatif tinggi. Karena itu, potensi intelektual mahasiswa diharapkan menjadi kekuatan baru dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui data akurat dan rekomendasi berbasis kondisi nyata masyarakat.

Sebagai komitmen jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Jember terus memperluas akses pendidikan melalui Program Beasiswa Bergema yang diperuntukkan bagi sekitar 4.200 mahasiswa asli Jember yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program ini diharapkan melahirkan generasi unggul sekaligus menjadi investasi sumber daya manusia untuk memutus rantai kemiskinan.

Senada dengan pesan Bupati, Lurah Jember Lor Moh. Zaim Ilmi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa mahasiswa KKN merupakan representasi perguruan tinggi yang membawa amanah pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, mereka diharapkan menjaga nama baik almamater sekaligus menjalankan program yang telah diarahkan Pemerintah Kabupaten Jember.

"Saya berharap apa yang telah disampaikan Bapak Bupati benar-benar dapat dilaksanakan. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jagalah nama baik kampus masing-masing melalui sikap, perilaku, dan pengabdian selama berada di Kelurahan Jember Lor," ujar Zaim.

Kehadiran mahasiswa bukan sekadar praktik lapangan, melainkan kesempatan mendengar langsung persoalan warga, membangun kedekatan, dan ikut menyukseskan program Desa Cinta. Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintahan desa dan kelurahan, serta masyarakat diharapkan menghasilkan data yang lebih akurat sekaligus mempercepat terwujudnya Jember Baru, Jember Maju.

Pelepasan KKN Kolaboratif 2026 menjadi lebih dari awal masa pengabdian mahasiswa. Dari desa-desa di Jember, ribuan anak muda kini memikul harapan besar: mengubah kritik menjadi aksi, data menjadi kebijakan tepat sasaran, dan pengabdian menjadi solusi nyata bagi masyarakat. (rus)

Galeri Foto