Mengulik Potensi Desa Wisata Andongrejo: Kampung Herbal hingga Petualangan Canyoneering Bandealit
- 25 April 2026
- Dibaca 245 Kali
Bagikan Via:
Mengulik Potensi Desa Wisata Andongrejo: Kampung Herbal hingga Petualangan Canyoneering Bandealit
JEMBER, 25 APRIL 2026 - Terletak di ujung selatan Kecamatan Tempurejo, Desa Andongrejo menyimpan potensi wisata yang unik dan beragam. Desa ini bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan hayati dan kearifan lokal yang terus dikembangkan oleh masyarakat setempat.
Salah satu daya tarik utama Andongrejo adalah kampung herbal yang menjadi pusat pengembangan tanaman obat keluarga (TOGA). Kawasan ini menyuguhkan keanekaragaman hayati yang melimpah, mulai dari jahe, kunir, kunyit, sereh, hingga berbagai tanaman herbal lainnya. Kekayaan alam tersebut kemudian diolah menjadi produk unggulan dengan merek “King Betiri”, yang telah dikenal sebagai hasil olahan herbal khas desa.
Beragam produk herbal yang dihasilkan antara lain minuman kesehatan seperti instan jahe, instan kunyit, temulawak, serta jamu untuk mengatasi asam urat. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan olahan dari bahan herbal lokal lainnya seperti Teh Lampis, Gempur Batu, Akar Wangi, Dandang Gendis, Saga Rambat, Kayu Rapet, Purwaceng, hingga Jati Cina. Produk-produk ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga praktis dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Tak hanya unggul di sektor herbal, Andongrejo juga menawarkan wisata petualangan yang menantang di kawasan Bandealit, yakni canyoneering. Canyonering merupakan olahraga luar ruang yang menggabungkan penjelajahan ngarai dengan menyusuri aliran air, tebing, hingga air terjun. Wisata ini memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang menyukai tantangan dan keindahan alam yang masih asri.
Canyoneering di Bandealit dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Andongrejo. Teguh Prapto, Ketua Pokdarwis Andongrejo menyampaikan bahwa dengan pengelolaan yang baik dan dukungan masyarakat, wisata ini terus berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan di wilayah selatan Jember.
"Pengembangan desa wisata Andongrejo menjadi bukti sinergi antara potensi alam dan peran aktif masyarakat. Kampung herbal dan wisata Canyoneering menjadi dua kekuatan utama yang saling melengkapi menghadirkan wisata edukasi sekaligus petualangan," katanya, Sabtu 25 April 2026.
Camat Tempurejo, Muhammad Najmul Huda, S.STP., M.Si menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan Desa Wisata Andongrejo. Ia mengapresiasi peran aktif masyarakat lokal serta Pokdarwis Andongrejo yang telah bekerja keras menggali dan mengembangkan potensi desa.
Menurutnya, keberadaan desa wisata seperti Andongrejo menjadi peluang besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat yang lebih luas. "Kami siap untuk turut membantu dalam upaya peningkatan kualitas dan pengembangan desa wisata tersebut, baik dari sisi promosi, pendampingan, maupun sinergi dengan berbagai pihak," terangnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan semangat gotong royong masyarakat, Desa Wisata Andongrejo diharapkan terus berkembang menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Jember yang mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warganya. (mhr)