logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Meriah! Festival Egrang XIV Jember Hadirkan Pawai Inklusif dan Deklarasi RBI

  • 09 Agustus 2026
  • Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
meriah-festival-egrang-xiv-jember-hadirkan-pawai-inklusif-dan-deklarasi-rbi-20260810

Meriah! Festival Egrang XIV Jember Hadirkan Pawai Inklusif dan Deklarasi RBI

JEMBER, 09 AGUSTUS 2026 - Suasana meriah dan penuh semangat inklusi mewarnai Desa Sumberlesung hingga Lapangan Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu 08 Agustus 2026. Komunitas Tanoker Ledokombo bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Festival Egrang XIV dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Kegiatan tahunan yang menjadi ikon budaya sekaligus simbol perlindungan anak di Jember ini dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Jember M. Fawait, Direktur Tanoker Farha Abdul Kadir Assegaf, Kepala Konsulat Jenderal negara sahabat di Jawa Timur, jajaran Forkopimda, OPD Provinsi Jawa Timur, Muspika Ledokombo, serta para tamu undangan dari tingkat nasional hingga mancanegara.

Dalam sambutannya, Direktur Tanoker, Farha Ciciek, menekankan pentingnya menjaga ruang bermain anak, melestarikan tradisi lokal, dan memenuhi hak anak secara berkelanjutan melalui permainan tradisional egrang.

"Melalui permainan egrang, kita ingin memastikan anak-anak tidak kehilangan ruang bermainnya, tradisi lokal tetap lestari, dan hak dasar anak terpenuhi. Festival Egrang adalah kolaborasi yang menyatukan unsur nasional, internasional, dan pemerintah daerah untuk membangun harmoni komunitas," ujar Farha.

Bupati Jember, M. Fawait, mengapresiasi konsistensi Tanoker dalam mengawal isu anak dan budaya. Ia mengaitkan pentingnya perlindungan anak dan perempuan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik daerah, salah satunya lewat perluasan Program Homecare.

"Jika warga mampu bisa memanggil dokter pribadi ke rumah, warga kurang mampu di Jember juga harus mendapatkan layanan serupa. Melalui Program Homecare, pemerintah hadir langsung di rumah masyarakat rentan untuk memastikan kesehatan mereka," tegas Bupati Fawait.

Fawait juga menyampaikan kepada Menteri PPPA bahwa Pemkab Jember saat ini sedang bekerja keras dan berikhtiar sungguh-sungguh untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.

Sementara itu, Menteri PPPA RI, Arifatul Choiri Fauzi, menekankan pentingnya menerjemahkan program Asta Cita Presiden RI melalui langkah strategis Ruang Bersama Indonesia (RBI). Menurutnya, RBI bukan sekadar ruang fisik, melainkan wadah sinergi antar pemangku kepentingan.

"Melalui RBI, kita berkolaborasi agar berbagai persoalan anak dan perempuan, khususnya di tingkat desa, dapat diselesaikan secara bersama-sama," ungkap Menteri PPPA.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Deklarasi oleh seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Ledokombo serta Penandatanganan Komitmen Ruang Bersama Indonesia. Komitmen ini ditandatangani oleh Camat Ledokombo, OPD terkait (DPMD dan Dinsos PPPA), serta Bupati Jember.

Puncak acara ditandai dengan pelepasan defile pawai egrang oleh Menteri PPPA bersama jajaran pimpinan yang hadir. Sebanyak 21 kontingen tampil memukau menyusuri rute dari Kantor Desa Sumberlesung menuju Lapangan Kecamatan Ledokombo.

Defile ini melibatkan berbagai elemen masyarakat secara inklusif, mulai dari pelajar, komunitas lokal, kelompok disabilitas, Forum Anak Jember, hingga organisasi sosial dan keagamaan. Usai pawai, rombongan menteri dan pimpinan daerah mengunjungi stan UMKM Ledokombo yang disambut pertunjukan seni inklusi lintas iman.

Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Festival Egrang XIV dan peresmian RBI.

"Festival ini bukti nyata terbentuknya ruang inklusif dari tingkat desa. Penandatanganan komitmen RBI menjadi momentum krusial bagi Dinsos PPPA Jember untuk memperkuat sinergi lintas sektoral. Kami siap mengawal implementasi RBI dan memperluas layanan Homecare agar penanganan masalah sosial dan perlindungan anak terlaksana secara responsif serta berbasis komunitas," pungkas Helmi.

Festival Egrang XIV kembali membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta membahagiakan bagi tumbuh kembang anak-anak. (ysf)

Galeri Foto