Monev Kemensos di Kebonsari, Evaluasi Program Atensi untuk Penerima Manfaat
- 17 Maret 2026
- Dibaca 197 Kali
Bagikan Via:
Monev Kemensos di Kebonsari, Evaluasi Program Atensi untuk Penerima Manfaat
JEMBER, 17 MARET 2026 – Kementerian Sosial Republik Indonesia menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) di wilayah Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan dengan mendatangi langsung lima orang penerima manfaat yang tersebar di beberapa lingkungan.
Monitoring tersebut menyasar penerima bantuan operasi katarak gratis dan bantuan kacamata. Adapun lokasi penerima manfaat berada di Lingkungan Sumberdandang (1 orang), Krajan (2 orang), dan Sadengan (2 orang).
Pengelola Data Kementerian Sosial RI, Firda Agustin, menjelaskan bahwa monev kali ini bertujuan untuk memastikan keberhasilan program Atensi yang telah diberikan kepada masyarakat.
“Monev kali ini adalah monev Atensi. Penerima manfaat di antaranya ada penerima kacamata dan penerima operasi katarak gratis. Tujuannya untuk mengecek apakah program kami itu bermanfaat dan memang sukses untuk para penerima manfaat,” ujarnya.
Firda menambahkan, terdapat beberapa aspek penting yang menjadi fokus evaluasi, khususnya bagi penerima operasi katarak. “Kalau dari operasi katarak, tentu saja kita melihat bagaimana kondisi penglihatannya sekarang, apakah operasi tersebut benar-benar sukses. Apakah sudah bisa melihat jelas, kemudian tingkat kemandiriannya, serta apakah mereka menjadi lebih bahagia dengan adanya program tersebut. Hal yang sama juga berlaku untuk penerima bantuan kacamata,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Kebonsari, Edi Hariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan monev ini menyasar lima penerima manfaat, namun terdapat dua orang yang belum menjalani operasi katarak.
“Selasa ini ada kegiatan monev dari Kementerian Sosial terkait penerima manfaat, yaitu lima orang penerima operasi katarak dan kacamata. Dari hasil monev, ada dua orang yang belum melakukan operasi,” ungkapnya.
Menurut Edi, hal tersebut disebabkan oleh pengaruh informasi yang kurang tepat di masyarakat.
“Mungkin karena terpengaruh omongan orang lain bahwa setelah operasi akan berakibat lebih jelek. Sehingga untuk dua orang tersebut akan kita berikan motivasi dan edukasi melalui PSM maupun korling agar mau menjalani operasi, sehingga bisa sembuh dan kembali beraktivitas dengan penglihatan yang lebih baik,” jelasnya.
Melalui kegiatan monev ini, diharapkan program Atensi dari Kementerian Sosial benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat di Kelurahan Kebonsari. (aji)