Update Penanganan Bencana Banjir Landa 10 Kecamatan di Jember
- 18 Februari 2026
- Dibaca 516 Kali
Bagikan Via:
Update Penanganan Bencana Banjir Landa 10 Kecamatan di Jember
Bencana banjir meluas terjadi di Kabupaten Jember dalam kurun waktu Kamis, 12 Februari 2026, pukul 18.00 WIB hingga Selasa, 17 Februari 2026, pukul 23.00 WIB. Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung berjam-jam dan menyebabkan luapan sejumlah sungai utama di wilayah Jember. Laporan pembaruan penanganan bencana ini disampaikan kepada Bapak Bupati Jember dengan tembusan kepada berbagai instansi terkait, termasuk BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Timur. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur pemerintah, relawan, serta masyarakat.
Berdasarkan rekapitulasi data dampak, banjir tercatat melanda 10 kecamatan, mencakup 19 desa dan 4 kelurahan, dengan total 7.445 kepala keluarga terdampak. Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Rambipuji, Balung, Wuluhan, Kaliwates, Bangsalsari, Sukorambi, Panti, Ajung, Kalisat, dan Puger. Selain kerugian material, bencana ini juga menelan satu korban meninggal dunia atas nama Siti Nurfadila (55 tahun), warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, yang tersengat aliran listrik saat membersihkan rumah pascabanjir. Kelompok rentan yang terdampak meliputi balita, lansia, dan penyandang disabilitas, sementara jumlah pengungsi sempat mencapai 557 jiwa sebelum akhirnya seluruhnya kembali ke rumah masing-masing.
Secara kronologis, hujan deras sejak pukul 12.00 hingga 23.00 WIB menyebabkan kenaikan debit air di berbagai aliran sungai, seperti Sungai Dinoyo dan Kaliputih di Panti, Sungai Kalijompo di Sukorambi, Sungai Rembangan di Arjasa, serta Sungai Bedadung yang melintasi Kalisat, Jelbuk, Rambipuji, dan Balung. Pada pukul 18.00 WIB, air mulai meluap ke permukiman warga dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga 2 meter. Luapan tersebut menggenangi akses jalan, merobohkan jembatan, merendam fasilitas umum, dan menyebabkan kemacetan lalu lintas di sejumlah titik.
Dampak paling signifikan tercatat di Kecamatan Rambipuji dengan ribuan KK terdampak, kerusakan rumah kategori rusak ringan dan sedang, serta gangguan pada sumber air bersih warga. Kecamatan Balung dan Wuluhan juga mengalami dampak besar, termasuk putusnya jembatan gantung, rusaknya fasilitas pendidikan dan tempat ibadah, serta terendamnya lahan pertanian hingga ratusan hektare. Di Kecamatan Puger, banjir bahkan menyeret 12 unit speedboat milik nelayan, yang hingga kini baru dua unit berhasil ditemukan. Meski demikian, laporan lapangan menyebutkan bahwa air di seluruh wilayah terdampak telah surut total.
Dalam upaya penanganan, berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pemantauan dan penanganan darurat oleh tim reaksi cepat, evakuasi warga, pendirian posko tanggap darurat, dapur mandiri, hingga distribusi bantuan logistik dan air bersih. Kegiatan tersebut melibatkan banyak pihak, antara lain BPBD Kabupaten Jember, Basarnas, PMI, TNI/Polri, PDAM, relawan, dan masyarakat setempat. Ke depan, direkomendasikan agar dilakukan normalisasi sungai serta penanganan infrastruktur rusak untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang dan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap cuaca ekstrem.