logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Monitoring Bantuan Ayam Petelur di Mumbulsari, Produksi Capai 75 Persen

  • 13 Agustus 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
monitoring-bantuan-ayam-petelur-di-mumbulsari-produksi-capai-75-persen-20260813

Monitoring Bantuan Ayam Petelur di Mumbulsari, Produksi Capai 75 Persen

JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) terus melakukan pemantauan terhadap keberlanjutan program bantuan ayam petelur sebagai upaya mendukung peningkatan pendapatan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) perkembangan bantuan ayam petelur DKPPP Tahun Anggaran 2025 dilaksanakan bersama Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) serta Bidang Peternakan di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Rabu 12 Agustus 2026.

Monitoring dilakukan di tiga wilayah, yakni Dusun Karangsirih, Dusun Krajan, dan Dusun Mandigu. Dalam kegiatan tersebut, tim juga melaksanakan vaksinasi ayam petelur sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan produktivitas ternak penerima bantuan.

Sebanyak 718 ekor ayam petelur mendapatkan vaksinasi ND-IB dan AI. Vaksinasi tersebut diberikan kepada populasi ayam petelur penerima program Bantuan Ayam Petelur untuk Pengentasan Kemiskinan TA 2025.

Selain vaksinasi, tim melakukan monitoring dan evaluasi terhadap 40 kepala keluarga (KK) penerima bantuan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa secara umum kondisi populasi ayam petelur berada dalam keadaan baik dan produktif, dengan rata-rata tingkat produksi telur mencapai sekitar 75 persen.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa bantuan ayam petelur mulai memberikan manfaat ekonomi bagi penerima. Secara umum, potensi produksi diperkirakan mencapai sekitar 5 kilogram telur per minggu atau 20 kilogram per bulan.

Dengan asumsi harga telur di Desa Suco sebesar Rp20.000 per kilogram, penerima manfaat berpotensi memperoleh tambahan penghasilan rata-rata sekitar Rp400.000 per bulan. Namun, realisasi pendapatan pada masing-masing KK tetap menyesuaikan dengan jumlah populasi ayam yang masih hidup dan tingkat produktivitas ternak.

Salah satu tim pelaksana kegiatan, Ir. Purwoto, S.Pt., menyampaikan bahwa monitoring tidak hanya dilakukan untuk melihat perkembangan populasi dan produksi telur, tetapi juga memastikan bantuan yang diberikan dapat terus memberikan manfaat bagi keluarga penerima.

“Monitoring dan evaluasi ini penting untuk melihat sejauh mana perkembangan bantuan ayam petelur di tingkat penerima manfaat. Secara umum kondisi ayam cukup baik dan produktif. Kami berharap bantuan ini dapat terus dipelihara dengan baik sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga penerima,” ujar Purwoto.

Dari sisi kesehatan ternak, angka kematian ayam pada sebagian besar KK penerima bantuan relatif rendah, yakni berkisar antara 1 hingga 5 ekor. Namun, tim masih menemukan kasus dengan angka kematian lebih tinggi hingga 8 ekor yang disebabkan oleh manajemen pemeliharaan yang belum optimal.

Tim monitoring yang lain, drh. Mirza Astiyani Agustina menekankan pentingnya penerapan manajemen pemeliharaan yang baik untuk menjaga kesehatan sekaligus mempertahankan produktivitas ayam petelur.

“Kesehatan ternak menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas ayam petelur. Karena itu, kami memberikan edukasi kepada penerima bantuan agar lebih memperhatikan kondisi kandang, terutama ventilasi dan sirkulasi udara, ketersediaan pakan, serta pemberian air minum yang bersih secara berkelanjutan,” jelas Mirza Astiyani Agustina.

Tim juga memberikan rekomendasi teknis kepada para peternak agar melakukan pemeliharaan secara lebih optimal. Kualitas ventilasi dan sirkulasi udara kandang perlu diperhatikan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi ternak. Selain itu, kecukupan pakan dan ketersediaan air minum bersih secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan serta produksi telur.

Kegiatan monitoring dan vaksinasi ini melibatkan unsur Bidang Keswan Kesmavet dan Bidang Peternakan DKPPP Kabupaten Jember, di antaranya Ir. Purwoto, S.Pt., drh. Mirza Astiyani Agustina, Norma Amalia Islami, S.Tr.Pt., Amelia Rahmawati Santoso, S.Pt., Rendra Dwi Prasetya, S.Pt., Hairul Anwar, A.Md., Tri Wahyu Birawandi, Andri Munirul Eywan, S.P., Setyo Hendrik Wicaksono, A.Md.Vet., dan Bhisma Briantama, S.Pt.

Melalui kegiatan monitoring, evaluasi, vaksinasi, dan pendampingan teknis tersebut, DKPPP Kabupaten Jember berupaya memastikan program bantuan ayam petelur TA 2025 dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi penerima. Selain menjaga kesehatan dan produktivitas ternak, keberlanjutan pemeliharaan diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat tujuan program dalam pengentasan kemiskinan.(div)

Galeri Foto