logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Sekolah Berdaya Cegah Pernikahan Dini, Tekankan Peran Keluarga untuk Wujudkan Semangat Jember Baru Jember Maju

  • 16 April 2026
  • Dibaca 148 Kali
Bagikan Via:
sekolah-berdaya-cegah-pernikahan-dini-tekankan-peran-keluarga-untuk-wujudkan-semangat-jember-baru-jember-maju-20260417

Sekolah Berdaya Cegah Pernikahan Dini, Tekankan Peran Keluarga untuk Wujudkan Semangat Jember Baru Jember Maju

JEMBER, 16 APRIL 2026 - Kegiatan bertajuk “Sekolah Berdaya Mencegah Pernikahan Dini dalam Semangat Hari Kartini” diselenggarakan pada Rabu, 15 April 2026 di Pendopo Wahyawibawagraha. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pendidik, organisasi perempuan, serta masyarakat umum di Jember sebagai upaya meningkatkan kesadaran bersama dalam mencegah pernikahan dini sekaligus memperkuat kualitas generasi muda.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan dalam membentuk karakter anak. Upaya pencegahan pernikahan dini menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang sehat, berpendidikan, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter dan nilai dasar anak.

“Sekolah jangan dijadikan patokan utama pendidikan anak. Pendidikan anak yang sebenarnya ada di dalam rumah. Peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta nilai moral anak sejak dini,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa perhatian dan pendampingan orang tua menjadi kunci dalam mencegah berbagai permasalahan sosial, termasuk pernikahan dini. Dengan penguatan peran keluarga, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan pemahaman yang baik tentang masa depan dan tanggung jawab mereka.

Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc menyampaikan bahwa lingkungan keluarga dan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana rumah yang aman, nyaman, dan penuh komunikasi.

“Lingkungan di dalam rumah sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Orang tua juga harus memperhatikan pergaulan anak agar anak tidak salah arah dan tetap memiliki nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak akan membantu anak lebih percaya diri serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Sementara itu, Najelaa Shihab dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan harus dimaknai lebih luas, tidak hanya sebatas akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis.

“Pendidikan yang kuat dimulai dari rumah. Anak-anak perlu didampingi untuk memahami nilai, membangun empati, dan belajar mengambil keputusan. Sekolah penting, tetapi keluarga adalah fondasi utama dalam kehidupan anak,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua agar proses pendidikan anak berjalan optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif yang melibatkan peserta dalam membahas peran masing-masing dalam upaya pencegahan pernikahan dini. Hasil diskusi menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Selain itu, kegiatan ini turut memberikan motivasi kepada peserta untuk lebih peduli terhadap pendidikan anak, baik dari sisi akademik maupun karakter. Pembentukan karakter yang kuat dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga menyediakan door prize untuk meningkatkan partisipasi dan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan hingga selesai.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pencegahan pernikahan dini merupakan tanggung jawab bersama. Peran aktif keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak menjadi faktor penentu dalam membentuk generasi masa depan.

Upaya ini sejalan dengan semangat pembangunan daerah untuk mewujudkan Jember Baru Jember Maju. Dengan memperkuat pendidikan karakter sejak dini, meningkatkan peran keluarga, serta menciptakan lingkungan yang positif, diharapkan lahir generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap membawa kemajuan bagi Kabupaten Jember.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran dan komitmen bersama demi masa depan anak-anak yang lebih baik, sekaligus mendukung terwujudnya Jember yang lebih maju, berdaya, dan sejahtera. (hz)

Galeri Foto