Nafas Lega Ratusan Pedagang Pasar Tanjung, Pulang Dari Pendopo Bawa Solusi Usaha dan Sembako Dapur
- 23 September 2026
- Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
Nafas Lega Ratusan Pedagang Pasar Tanjung, Pulang Dari Pendopo Bawa Solusi Usaha dan Sembako Dapur
JEMBER, 22 September 2026 – Kebahagiaan tak dapat disembunyikan dari wajah para pedagang Pasar Tanjung usai menghadiri dialog interaktif di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (22/9) sore.
Sebanyak kurang lebih 700 pedagang yang selama ini menggantungkan hidup dari denyut nadi pasar tradisional terbesar di Jember tersebut, pulang tidak hanya dengan kejelasan arah kebijakan usaha, tetapi juga bantuan bahan pangan untuk keluarga di rumah.
Bagi para pedagang kecil, kesempatan duduk lesehan dan berpakaian santai bersama Gus Bupati menjadi momen berharga untuk menyampaikan langsung pergumulan harian mereka mulai dari perputaran omzet yang fluktuatif hingga harapan pembenahan fasilitas pasar. Namun yang tak kalah menyentuh, perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada tataran diskusi semata.
Sebagai respon cepat terhadap kesejahteraan para penerima manfaat, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember langsung membagikan bantuan paket sembako kepada seluruh peserta seusai acara. Bantuan ini menjadi penopang nyata kebutuhan dapur keluarga pedagang.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Muhammad Rizqi Fajri Maulan, S.IP., menegaskan pentingnya kolaborasi antara penataan ekonomi dan respon perlindungan sosial yang tepat sasaran.
"Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan dan perlindungan sosial berjalan beriringan. Saat Gus Bupati menyerap aspirasi terkait penataan usaha, kami di Dinsos PPPA langsung menyasar sisi kesejahteraan dasarnya. Dengan membagikan sembako secara langsung kepada pedagang yang hadir, kami memastikan intervensi bantuan sosial Pemkab Jember benar-benar tepat sasaran, cepat dirasakan, dan langsung menjawab kebutuhan mendasar masyarakat." ujar Rizqi.
Manfaat ganda ini dirasakan langsung oleh Agung, salah satu penerima bantuan yang sehari-hari mengais rezeki dengan berjualan aksesori di Pasar Tanjung. Menurutnya, kepedulian yang diberikan sore itu benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar para pedagang.
"Jujur, baru kali ini saya masuk pendopo dan rasanya tidak canggung sama sekali. Biasanya kan kaku, tapi tadi kita duduk lesehan bareng Gus Bupati, ngobrol santai kayak sama tetangga sendiri. Semua keluhan kami didengar. Ditambah lagi pulang-pulang dapat paket sembako dari Dinsos. Sangat membantu untuk kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi penjualan yang lagi naik turun," puji Agung.
Bagi penerima manfaat yang hadir sore itu, paket sembako di tangan dan ruang dengar yang terbuka luas adalah simbol bahwa perjuangan mereka mencari nafkah sehari-hari di pasar tradisional tidak pernah berjalan sendirian. (ysf)