Oleh : Kelurahan Baratan
Normalisasi Saluran Irigasi di Kelurahan Baratan, PU BMSDA Jember Gunakan Excavator
- 03 Desember 2025
- Dibaca 246 Kali
Bagikan Via:
Normalisasi Saluran Irigasi di Kelurahan Baratan, PU BMSDA Jember Gunakan Excavator
Kelurahan Baratan - Normalisasi saluran irigasi selebar sekitar dua meter di Lingkungan Baratan Kecil, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, mulai dikerjakan, Selasa, (2/12/2025), sejak pukul 08.00 WIB pagi.
Pekerjaan dilaksanakan untuk mengembalikan fungsi saluran yang selama ini mengalami pendangkalan akibat penumpukan lumpur, sampah, dan material lain, sehingga aliran air menuju lahan pertanian seluas kurang lebih 53 hektare dapat kembali optimal.Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Jember menerjunkan dua operator excavator, tiga petugas dari Kantor PU BMSDA, dua petugas dari Cabang PU BMSDA, ditambah partisipasi warga yang secara swadaya membantu merapikan area sekitar saluran. Normalisasi dilakukan sepanjang saluran irigasi Tegal Bago yang melintasi wilayah Baratan Kecil.Ma’ruf, juru pengairan Arjasa, mengatakan bahwa normalisasi ini merupakan langkah penting untuk menjaga ketersediaan air bagi para petani. “Saluran ini mengairi lahan sekitar 53 hektare. Jadi kalau pendangkalan tidak ditangani, pasti berdampak pada hasil pertanian. Karena itu, galian kita lakukan menyeluruh sepanjang saluran Tegal Bago,” ujarnya saat ditemui TIM PPID Kabupaten Jember di lokasi pekerjaan, Selasa (2/11) sore.Ia mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama adalah adanya tanaman kayu milik warga yang tumbuh di tepi saluran serta kondisi cuaca hujan yang dapat memperlambat proses pengerjaan. “Kendala ada di tanaman kayu di pinggir saluran, tapi sudah kami koordinasikan dengan warga supaya bisa dirapikan. Cuaca juga jadi tantangan, tapi tetap kita usahakan pekerjaan berjalan,” tambahnya.Meski begitu, dukungan masyarakat setempat dinilai sangat membantu kelancaran normalisasi. Sejumlah warga tampak aktif bergotong royong merapikan tanaman dan area sekitar saluran. “Antusias warga luar biasa. Mereka ikut membantu dari pagi sampai sore. Intinya semua ingin pekerjaan ini cepat selesai dan air bisa mengalir lancar,” kata salah satu petugas PU BMSDA.Ma’ruf menjelaskan bahwa pengajuan normalisasi saluran menggunakan excavator ini dilakukan oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) sebagai bentuk kebutuhan mendesak untuk optimalisasi pengairan.“Pengajuan melalui HIPPA, dan untuk wilayah Tegal Bago ini yang pertama kalinya menggunakan excavator. Harapannya, setelah normalisasi, aliran air lebih maksimal,” tuturnya.Ia menambahkan bahwa pekerjaan diperkirakan selesai dalam kurun dua hari hingga satu minggu, bergantung pada kondisi lapangan. “Perkirakan kita, dua hari sampai satu minggu bisa selesai untuk wilayah Tegal Bago,” ujarnya."Normalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran air, mengurangi risiko genangan, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Baratan Kecil, Tegal Bago, dan wilayah sekitarnya." Pungkasnya. (Ruk)