Optimalisasi Akun Media Sosial, Dispendik Jember Dorong Sekolah Tampilkan Prestasi dan Bangun Citra Positif di Era Digital
- 24 Juli 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Optimalisasi Akun Media Sosial, Dispendik Jember Dorong Sekolah Tampilkan Prestasi dan Bangun Citra Positif di Era Digital
Jember, 24 Juli 2026 – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember terus berkomitmen mendorong transformasi digital di lingkungan satuan pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Optimalisasi Akun Media Sosial Satuan Pendidikan TK, SD, dan SMP Negeri se-Kabupaten Jember yang digelar pada Jumat (24/7/2026) di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pengawas sekolah, penilik, guru, serta operator media sosial jenjang TK, SD, dan SMP negeri se-Kabupaten Jember. Melalui forum ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan media sosial yang profesional sebagai sarana publikasi, edukasi, komunikasi, sekaligus promosi positif bagi satuan pendidikan.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, media sosial kini menjadi salah satu wajah sekolah yang pertama kali dilihat masyarakat. Karena itu, setiap satuan pendidikan didorong untuk mampu menghadirkan konten yang kreatif, informatif, dan inspiratif sehingga mampu membangun citra positif pendidikan di Kabupaten Jember.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, menyampaikan bahwa setiap sekolah memiliki banyak potensi yang layak diketahui publik. Menurutnya, berbagai prestasi siswa, dedikasi guru, inovasi pembelajaran, hingga program-program unggulan sekolah harus didokumentasikan dan dipublikasikan secara konsisten agar menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
"Hari ini setiap sekolah bukan hanya dituntut memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas, tetapi juga mampu menyampaikan informasi yang benar, positif, dan menginspirasi kepada masyarakat. Media sosial adalah jembatan komunikasi antara sekolah dengan publik. Jangan sampai berbagai prestasi luar biasa yang dimiliki sekolah hanya berhenti di lingkungan internal. Publikasikan dengan baik agar menjadi motivasi bagi sekolah lain dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Jember," ujar Arief Tjahyono.
Lebih lanjut, Arief menegaskan bahwa akun media sosial sekolah bukan sekadar tempat mengunggah dokumentasi kegiatan, melainkan harus menjadi media edukasi yang mampu menunjukkan kualitas layanan pendidikan. Ia berharap seluruh sekolah mampu membangun identitas digital yang profesional melalui konten yang menarik, akurat, dan konsisten.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai strategi pengelolaan akun media sosial, penyusunan kalender konten, teknik fotografi dan videografi sederhana, penulisan caption yang komunikatif, hingga pemanfaatan berbagai platform digital seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube sebagai media publikasi sekolah.
Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya membangun narasi (storytelling) dalam setiap unggahan. Sebuah kegiatan sederhana akan memiliki nilai lebih apabila dikemas dengan cerita yang kuat, didukung visual yang menarik, serta mampu menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.
Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam mengelola media sosial sekolah, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia hingga bagaimana menjaga konsistensi unggahan agar akun sekolah tetap aktif dan diminati masyarakat.
Salah satu peserta, Darsono, yang merupakan guru sekaligus operator media sosial sekolah dari SDN 1 Sumberjambe, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru yang dapat langsung diterapkan di sekolahnya. Menurutnya, media sosial merupakan sarana promosi yang sangat efektif tanpa membutuhkan biaya besar.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membuka wawasan kami bahwa promosi sekolah sebenarnya bisa dilakukan secara gratis melalui media sosial. Ketika ada guru berprestasi, murid berprestasi, inovasi pembelajaran, maupun kegiatan positif lainnya, semuanya dapat dipublikasikan dengan kemasan yang menarik. Bahkan kami juga bisa berkolaborasi dengan akun resmi Dispendik Jember sehingga jangkauan informasi menjadi lebih luas. Dengan begitu masyarakat akan semakin mengenal prestasi sekolah-sekolah di Kabupaten Jember," ungkap Arsono.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar kemampuan guru dan operator media sosial semakin berkembang mengikuti tren komunikasi digital yang terus berubah.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember juga ingin membangun budaya kolaborasi antar satuan pendidikan. Setiap sekolah diharapkan tidak hanya aktif mempublikasikan kegiatannya sendiri, tetapi juga saling mendukung dalam menyebarluaskan informasi positif mengenai dunia pendidikan di Kabupaten Jember.
Kolaborasi dengan akun resmi Dispendik Jember menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan informasi sehingga berbagai prestasi siswa, guru, kepala sekolah, maupun inovasi pembelajaran dapat diketahui masyarakat dengan lebih cepat. Langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan apresiasi terhadap dunia pendidikan sekaligus menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk terus berinovasi.
Pemanfaatan media sosial secara optimal juga dinilai mampu memperkuat transparansi layanan pendidikan. Orang tua, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dapat mengikuti perkembangan kegiatan sekolah secara terbuka melalui konten-konten yang dipublikasikan secara rutin.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta diajak untuk menjadikan media sosial sebagai ruang berbagi inspirasi, bukan sekadar tempat mengunggah dokumentasi. Setiap konten yang dipublikasikan diharapkan mampu memberikan manfaat, menyebarkan semangat belajar, serta memperlihatkan bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Jember terus bergerak maju menghadirkan pendidikan yang berkualitas.
Melalui kegiatan Optimalisasi Akun Media Sosial Satuan Pendidikan TK, SD, dan SMP Negeri se-Kabupaten Jember ini, Dispendik Jember optimistis akan lahir semakin banyak konten-konten inspiratif yang menampilkan keberhasilan guru, prestasi peserta didik, inovasi pembelajaran, hingga praktik baik di sekolah. Dengan sinergi antara satuan pendidikan dan akun resmi Dispendik Jember, berbagai kisah inspiratif dari sekolah di seluruh penjuru Kabupaten Jember diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas serta memperkuat citra pendidikan Jember sebagai pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan berprestasi. (HZ)