Outing Class Seru: Anak-Anak PG dan TK Rukun Harapan Kenali Peralatan Kebencanaan di BPBD Jember
- 21 Oktober 2026
- Dibaca 131 Kali
Bagikan Via:
Outing Class Seru: Anak-Anak PG dan TK Rukun Harapan Kenali Peralatan Kebencanaan di BPBD Jember
JEMBER, 21 OKTOBER 2026 - Sebanyak 132 siswa PG dan TK Tiga Bahasa Rukun Harapan mengikuti pembelajaran mitigasi bencana secara langsung di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu, 21 Oktober 2026. Anak-anak diajak mengenal berbagai peralatan kebencanaan sekaligus memahami langkah dasar keselamatan melalui kegiatan outing class.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00-11.00 WIB tersebut diikuti 132 siswa bersama 17 guru pendamping. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam ruangan, tetapi juga diajak berkeliling ke sejumlah pos kebencanaan yang dimiliki BPBD Jember.
Kepala BPBD Kabupaten Jember Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., mengatakan pengenalan mitigasi bencana kepada anak-anak perlu dilakukan sejak dini. Menurut dia, edukasi kebencanaan merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah maupun keluarga.
"Anak-anak kita kenalkan dengan kebencanaan melalui cara yang sederhana dan menyenangkan. Harapannya, mereka mengetahui bagaimana menjaga keselamatan diri dan memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat," kata Edy Budi Susilo.
Dalam kunjungan tersebut, siswa dibagi untuk mengikuti pembelajaran di sejumlah pos, yakni Pos Perahu Karet, Pos Logistik, Pos Gudang Peralatan, Pos Chainsaw, dan Pos Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Di Pos Perahu Karet, siswa diperkenalkan dengan fungsi perahu karet sebagai salah satu sarana evakuasi dan pertolongan dalam penanganan bencana banjir. Mereka juga mendapat pengenalan alat pelindung diri (APD) serta prinsip keselamatan dasar ketika berada di lingkungan perairan.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan di Pos Logistik. Di tempat ini, peserta melihat berbagai kebutuhan dasar yang dipersiapkan untuk masyarakat terdampak bencana. Siswa juga dikenalkan dengan fungsi logistik dalam mendukung penanganan bencana, terutama ketika memasuki masa tanggap darurat.
Di Pos Gudang Peralatan, peserta diperlihatkan berbagai peralatan kebencanaan yang digunakan petugas. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai fungsi masing-masing peralatan serta pentingnya sistem penyimpanan dan penataan agar peralatan dapat segera digunakan ketika terjadi keadaan darurat.
Sementara itu, di Pos Chainsaw, siswa mendapatkan pengenalan mengenai peralatan yang digunakan petugas dalam menangani pohon tumbang. Edukasi juga diarahkan pada aspek keselamatan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya akibat angin kencang maupun pohon yang rawan tumbang.
Adapun di Pos Karhutla, peserta diperkenalkan dengan kebakaran hutan dan lahan, mulai dari penyebab, dampak, hingga langkah pencegahan. Materi diberikan secara sederhana agar sesuai dengan usia anak-anak.
Edy Budi Susilo menilai pembelajaran langsung seperti itu penting karena anak-anak dapat melihat dan mengenal peralatan kebencanaan secara nyata. Dengan demikian, bencana tidak hanya dikenalkan sebagai sebuah peristiwa yang menakutkan, tetapi juga sebagai kondisi yang dapat dihadapi melalui pengetahuan dan kesiapsiagaan.
"Mitigasi bukan hanya tanggung jawab petugas. Pengetahuan mengenai kebencanaan perlu dikenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Dari usia dini kita tanamkan kesadaran tentang keselamatan dan kesiapsiagaan," ujar Edy Budi Susilo.
Ia menambahkan, edukasi kebencanaan juga diharapkan dapat dibawa siswa ke lingkungan keluarga. Pengetahuan sederhana mengenai keselamatan dapat menjadi bekal bagi anak sekaligus membantu menyebarkan kesadaran kebencanaan kepada orang-orang di sekitarnya.
Kegiatan outing class tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala PG dan TK Tiga Bahasa Rukun Harapan Nomor 540/DPYPRH/X/2026 tentang Kegiatan Outing Class.
Selain BPBD Kabupaten Jember, kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa magang dari Universitas Jember (UNEJ) dan Universitas Islam Jember (UIJ) yang turut mendampingi proses pembelajaran.
Rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa kendala. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pengenalan sejumlah pos kebencanaan dan materi mitigasi bencana, kemudian ditutup setelah seluruh peserta mengikuti rangkaian pembelajaran. (tgh)