logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Wuluhan

P4K Diperkuat, PKK Wuluhan Gandeng Lintas Sektor Tekan AKI, AKB, dan Stunting

  • 30 Juni 2026
  • Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
p4k-diperkuat-pkk-wuluhan-gandeng-lintas-sektor-tekan-aki-akb-dan-stunting-20260630

P4K Diperkuat, PKK Wuluhan Gandeng Lintas Sektor Tekan AKI, AKB, dan Stunting

JEMBER, 30 JUNI 2026 – Upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta stunting di Kecamatan Wuluhan terus diperkuat. Salah satunya melalui Sosialisasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) yang digelar di Pendopo Kecamatan Wuluhan, Jumat, 27 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Pembina TP PKK Kecamatan Wuluhan Hanifah, S.Pt., M.Si., Ketua TP PKK Kecamatan Wuluhan Ir. Anita Trisiana, S.T., M.T., Kepala UPT Puskesmas Wuluhan Ns. Andi Sukismanto, S.Kep., Kepala Puskesmas Lojejer dr. Yayak Hendarini, pengurus Pokja IV TP PKK Kecamatan dan desa, bidan koordinator desa, serta 25 kader Posyandu.

Sosialisasi difokuskan pada penguatan pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) sebagai salah satu strategi menekan risiko kematian ibu dan bayi baru lahir. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan.

Ketua TP PKK Kecamatan Wuluhan Ir. Anita Trisiana mengatakan, keberhasilan menurunkan AKI, AKB, dan stunting tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Menurutnya, keterlibatan keluarga, kader Posyandu, dan pengurus PKK hingga tingkat dasawisma menjadi faktor penting dalam memastikan setiap ibu hamil memperoleh pendampingan yang optimal.

"Jaringan PKK hingga tingkat dasawisma menjadi kekuatan untuk memberikan edukasi kepada keluarga. Melalui sinergi dengan puskesmas, bidan desa, dan kader Posyandu, kami berharap setiap ibu hamil mendapatkan pendampingan sejak masa kehamilan hingga persalinan sehingga risiko komplikasi dapat ditekan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lojejer dr. Yayak Hendarini menjelaskan bahwa Program P4K merupakan upaya yang difasilitasi oleh bidan untuk meningkatkan kesiapan ibu hamil beserta keluarganya dalam menghadapi proses persalinan secara aman.

"P4K bukan hanya mengingatkan ibu hamil untuk mempersiapkan persalinan, tetapi juga memastikan keluarga telah memiliki rencana yang jelas apabila terjadi keadaan darurat. Mulai dari penentuan fasilitas kesehatan, pendamping persalinan, transportasi, hingga calon pendonor darah harus sudah dipersiapkan sejak awal kehamilan," jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan suami dan keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut. Dukungan keluarga akan mempercepat pengambilan keputusan ketika ibu hamil memerlukan rujukan sehingga dapat meminimalkan risiko keterlambatan penanganan.

Dalam sosialisasi itu, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai komponen utama P4K, meliputi pencatatan identitas ibu hamil dan perkiraan hari lahir, penentuan pendamping persalinan, pemilihan tenaga kesehatan dan tempat persalinan sesuai hasil skrining risiko, kesiapan sarana transportasi, serta penyiapan calon pendonor darah. Seluruh komponen tersebut didokumentasikan melalui stiker P4K sebagai media pemantauan oleh tenaga kesehatan dan keluarga.

Selain itu, TP PKK melalui Pokja IV didorong terus mengoptimalkan perannya dalam pelaksanaan Gerakan Sayang Ibu (GSI), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Perencanaan Sehat. Organisasi tersebut juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah melalui edukasi, advokasi, serta kemitraan dengan puskesmas, bidan desa, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah kecamatan bersama TP PKK dan puskesmas berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaan P4K berjalan lebih efektif. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi persalinan sekaligus mendukung percepatan penurunan AKI, AKB, dan stunting di Kecamatan Wuluhan. (riz)

Galeri Foto