logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Pacu Pendapatan Daerah, Kecamatan Rambipuji Luncurkan Inovasi "Liga PBB 2026"

  • 03 Juli 2026
  • Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
pacu-pendapatan-daerah-kecamatan-rambipuji-luncurkan-inovasi-liga-pbb-2026-20260703

Pacu Pendapatan Daerah, Kecamatan Rambipuji Luncurkan Inovasi "Liga PBB 2026"

JEMBER, 03 JULI 2026 – Pemerintah Kecamatan Rambipuji meluncurkan terobosan kreatif guna mempercepat realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun Anggaran 2026. Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, resmi menginisiasi program "Liga PBB Kecamatan Rambipuji", sebuah kompetisi antardesa yang mengedepankan semangat persaingan sehat untuk mengoptimalkan capaian pembayaran pajak.

Program inovatif ini diumumkan dalam rapat evaluasi PBB yang digelar di Pendopo Kecamatan Rambipuji, Jumat 03 Juli 2026. Forum strategis tersebut dihadiri oleh seluruh kepala desa, sekretaris desa, bendahara PBB, serta para kepala dusun yang bertugas sebagai pemungut pajak di wilayah masing-masing.

Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, menegaskan bahwa PBB merupakan instrumen pendapatan daerah yang krusial untuk menopang keberlanjutan pembangunan. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh perangkat desa untuk memperkuat koordinasi dan melakukan jemput bola kepada wajib pajak secara persuasif agar target dapat tercapai tepat waktu.

"Kami tidak ingin sekadar mengejar target administrasi. Hal yang jauh lebih esensial adalah membangun semangat kebersamaan, kompetisi yang sehat, dan tanggung jawab moral dalam pelayanan publik. Atas dasar itulah Liga PBB Kecamatan Rambipuji ini kami gulirkan," ujar Roni.

Dalam rapat tersebut, dipaparkan pula rapor capaian sementara realisasi PBB dari delapan desa yang ada di wilayah Kecamatan Rambipuji. Desa Pecoro menempati posisi teratas dengan nilai realisasi mencapai Rp79.863.371 atau setara 38,54 persen dari target yang ditetapkan.

Posisi kedua diraih oleh Desa Curahmalang dengan realisasi Rp31.563.053 (30,85 persen), diikuti Desa Gugut di urutan ketiga dengan nilai Rp21.819.729 atau 28,43 persen. Sementara itu, Desa Nogosari mencatat nilai realisasi terbesar secara nominal, yaitu Rp96.351.375, namun persentase pencapaiannya baru mencapai 20,53 persen.

Di sisi lain, capaian terendah tercatat pada Desa Rambigundam, yang baru merealisasikan Rp10.000.771 atau hanya 4,72 persen. Di bawahnya, Desa Kaliwining juga masih berada di angka rendah dengan persentase 9,97 persen dari target.

Roni menambahkan, pemaparan data ini bukan bertujuan untuk mendiskreditkan desa dengan capaian rendah, melainkan sebagai pemantik motivasi agar seluruh wilayah dapat saling memacu kinerjanya.

Sebagai bentuk stimulasi, Pemerintah Kecamatan Rambipuji akan melakukan pemantauan berkala setiap dua minggu. Desa dan petugas pemungut pajak yang berhasil membukukan lonjakan persentase tertinggi dibandingkan periode sebelumnya akan diberikan reward (penghargaan) langsung dari Camat Rambipuji.

"Kami ingin memberikan apresiasi nyata kepada mereka yang berdedikasi tinggi di lapangan. Penghargaan ini adalah bentuk penghormatan bagi para petugas yang berhasil mengedukasi dan menggerakkan kesadaran masyarakat untuk taat pajak," imbuhnya.

Langkah taktis ini disambut hangat oleh jajaran pemerintah desa. Kepala Desa Curahmalang, Sutejo, mengapresiasi gagasan Camat Rambipuji yang dinilai mampu menginjeksikan semangat baru bagi aparatur di tingkat bawah. Menurutnya, atmosfer kompetisi dalam Liga PBB akan memotivasi para kepala dusun untuk bekerja lebih optimal.

"Ini terobosan yang sangat positif. Dengan format liga ini, seluruh desa pasti terpacu untuk saling mengejar ketertinggalan. Semangat para petugas di lapangan juga berlipat karena kinerja mereka dihargai secara langsung," kata Sutejo optimis.

Meskipun dalam sesi diskusi dinamis beberapa kepala desa mengemukakan tantangan di lapangan—seperti keberadaan wajib pajak yang berada di luar daerah hingga kondisi ekonomi warga—seluruh peserta rapat berkomitmen penuh untuk menyukseskan program ini.

Melalui skema evaluasi dua mingguan ini, Liga PBB diharapkan dapat bertransformasi menjadi budaya kerja baru yang produktif, kompetitif, dan berorientasi pada pelayanan prima. Jika berjalan sukses, model pengelolaan pajak berbasis kompetisi dan apresiasi ini berpotensi menjadi percontohan (role model) bagi kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Jember dalam upaya optimalisasi pendapatan asli daerah. (sai)

Galeri Foto